74 Perusahaan Tutup-19 Ribu Karyawan Kena PHK Selama Pandemi di Banten

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 12:25 WIB
Poster
Ilustrasi pandemi Corona. (ilustrator: Edi Wahyono)
Serang -

Pandemi COVID-19 sejak Maret yang melanda Indonesia berdampak pada ditutupnya industri di Banten. Total 74 perusahaan tutup dan 19 ribu karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Yang tutup sudah ada 74 perusahaan di Banten, yang di-PHK sudah 19 ribu," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Banten Alhamidi di Serang, Senin (12/10/2020).

Bukan hanya berdampak pada pemutusan hubungan kerja, kurang lebih 30 ribu karyawan juga dirumahkan akibat pandemic yang berkepanjangan ini. Imbas paling berdampak menurutnya memukul sektor yang paling banyak membutuhkan tenaga kerja. Seperti produsen garmen dan sepatu.

"Paling besar sepatu dan garmen, yang lain tersebar di berbagai macam (sektor produsen) ada kimia dan macem-macem," ujarnya.

Ia mencontohkan, satu perusahaan PT Nikomas Gemilang yang berada di kawasan industri Serang timur saja harus mengajukan permohonan PHK ke-9 ribu karyawannya. Permohonan ini sudah disampaikan ke Disnaker agar mereka melakukan PHK mandiri.

"Mereka minta permohonan PHK mandiri, diberikan haknya (buruh)," kata Alhamidi.

Pemprov Banten sudah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan angka penyebaran virus Corona. PSBB berakhir pada 20 Oktober, namun dengan pelonggaran ke pihak industri untuk tetap melakukan produksi dengan menggunakan protokol kesehatan.

Sejauh ini, hanya tinggal dua daerah yang masuk kategori zona merah yaitu Kabupaten Serang dan Kota Cilegon. Sisanya seperti Tangerang Raya sudah beralih dari zona merah ke oranye. Total angka pasien terkonfirmasi positif sampai Minggu (11/10) pukul 18.00 WIB sebanyak 6.837 pasien.

(bri/bbn)