Kasus Komentar FB Didin Tulus Berakhir Damai, Pelapor Cabut Laporan Polisi

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 21:15 WIB
Didin Tulus-Taufik Faturohman
Didin Tulus dan Taufik Faturohman berdamai. (Foto: dok.Taufik Faturohman)
Bandung -

Kasus dugaan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terkait komentar di Facebook yang menjerat Didin Tulus berakhir damai. Pelapor mencabut laporan polisi terhadap pegiat literasi tersebut.

Laporan itu dicabut pelapor yang merupakan pimpinan penerbit CV Geger Sunten Taufik Faturohman. Pencabutan laporan dilakukan saat mediasi antara Taufik dan Didin Tulus di Sat Reskrim Mapolrestabes Bandung pada Rabu (7/10) lalu.

"Iya (sudah cabut laporan)," ucap Taufik saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (9/10/2020).

Taufik menjelaskan alasan cabut laporan itu. Menurut Taufik, saat mediasi dilakukan, Didin mengakui bahwa sekolah yang memaksa membeli buku terbitan Geger Sunten itu tidak ada.

"Dari awal juga saya cuma menuntut di mana alamat sekolah yang menjual paksa buku Geger Sunten dengan ancaman kalau tidak membeli tidak akan naik kelas. Kemarin Didin buat pernyataan, sekolah yang dimaksud itu tidak ada. Kalau tidak ada ngapain dipermasalahkan lagi," tutur Taufik.

"Sudah clear, Didin sudah mengakui. Sekolah yang jual paksa itu halusinasi, tidak ada, hoaks. Kalau hoaks, otomatis (kata) mafia dan lain-lain gugur. Kalau sudah ngaku nggak ada sekolah, ngapain dituntut," kata Taufik menambahkan.

Selanjutnya
Halaman
1 2