Heboh 'Ponpes Pembawa Limbah', Ini Kata Yayasan Husnul Khotimah Kuningan

ADVERTISEMENT

Heboh 'Ponpes Pembawa Limbah', Ini Kata Yayasan Husnul Khotimah Kuningan

Bima Bagaskara - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 17:57 WIB
Pesantren Husnul Khotimah Kuningan
Ponpes Husnul Khotimah Kuningan (Foto: Bima Bagaskara)
Kuningan -

Yayasan Husnul Khotimah Kuningan angkat bicara menyikapi ucapan Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy yang menghebohkan masyarakat dengan ucapan 'Ponpes Pembawa Limbah'.

Ketua Yayasan Ponpes Husnul Khotimah KH. Mu'tamad mengatakan awalnya tidak ingin menanggapi pernyataan Nuzul yang menghebohkan tersebut. Namun banyak pihak yang mendorong Yayasan Ponpes Husnul Khotimah untuk segera menyatakan sikap.

Menurutnya ucapan Nuzul Rachdy tersebut telah mencoreng nama baik Ponpes Husnul Khotimah sebagai lembaga pendidikan Islam.

"Pernyataan Nuzul itu menunjukan hilangnya rasa empati dan simpati yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin, sungguh sebuah pernyataan yang sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat publik," tegas KH. Mu'tamad dalam keterangan yang diterima detikcom Kamis (8/10/2020).

KH. Mu'tamad juga menanggapi pernyataan Nuzul lainnya yang mengatakan bahwa penanganan Covid-19 d Ponpes Husnul Khotimah tidak dilakukan secara serius.

Ia menegaskan Nuzul sebenarnya tidak perlu ikut berkomentar mengenai penanganan Covid-19 di pondok pesantrennya itu. Pasalnya kata KH. Mu'tamad, saat ada kunjungan Wakil Gubernur dan Bupati Kuningan beberapa waktu lalu, Nuzul tidak ikut datang.

"Sangat disayangkan ketika ada kunjungan dari Bapak Wakil Gubernur Jabar dan Bapak Bupati Kuningan ke Husnul Khotimah, saudara Nuzul tidak ikut mendampingi, kalau saja hadir maka akan bisa melihat secara langsung bagaimana keseriusan kami menangani kasus (covid-19) ini," tegasnya.

"Kami di Husnul Khotimah memiliki klinik pratama yang sudah melakukan penanganan dengan mengacu kepada pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19," lanjut KH. Mu'tamad.

Untuk itu, Ia pun dengan tegas meminta Nuzul untuk mencabut pernyataan 'Ponpes Pembawa Limbah' dan meminta maaf.

Selain itu, KH. Mu'tamad juga mengimbau masyarakat untuk bisa menjaga situasi agar tidak melakukan hal-hal negatif dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

"Kami menuntut Nuzul Rachdy untuk mencabut pernyataan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf yang dimuat di media massa selama lima hari berturut-turut," pungkasnya.

(mud/mud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT