Polisi Dalami Keterlibatan Anarko di Aksi Ricuh Mahasiswa Serang

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 13:20 WIB
Unjuk rasa mahasiswa menolak omnibus law UU Cipta Kerja di Serang, Banten, berujung ricuh. Ini foto-fotonya.
Aksi ricuh demo omnibus law di Serang (Foto: Bahtiar Rifa'i)
Serang -

Kapolda Banten Irjen Fiandar mengatakan aksi mahasiswa yang menolak UU Omnibus Law tidak murni dari mahasiswa dan diduga disusupi kelompok tertentu. Termasuk mendalami adanya dugaan kelompok Anarko di aksi pada Selasa (6/10) malam itu.

"Memang itu jadi pengamatan kami, cara kerjanya, tampilannya kemudian implementasi aktivitas demonya, seperti itu. Sedang kita dalami. Belum kita simpulkan namun ke arah sana menjadi perhatian pendalaman Dirkrimum dan intel untuk kelompok-kelompok diduga anarko ini," kata Fiandar di Mapolda Banten Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, Rabu (7/10/2020).

Kepolisian sendiri mengamankan total 14 orang diantaranya 9 berstatus mahasiswa, 3 pelajar dan 2 berstatus pekerja. Mereka memiliki peran masing-masing saat ada upaya pembubaran oleh kepolisian.

"Masih didalami. Yang jelas ketika dibubarkan dan melakukan perlawanan saat dibubarkan hampir semua melakukan pelemparan terhadap petugas," ujarnya.

Ia melanjutkan, dari pihak kepolisian ada dua anggotanya yang terluka. Pertama adalah Karo Ops Polda Banten Kombes Roemtaat dan anggota Bhabinkamtibmas dari Polsek Kasemen. Keduanya terlempar baru dari arah mahasiswa dan mengalami luka masing-masing di bagian kening dan dahi.

"Karo Ops benjol dahinya setebal 3-4 centi, sekarang dilakukan CT scan takut-takut ada kerusakan di bagian dalam, ada pusing-pusing memang. Inilah, kita bubarkan baik-baik, bahkan lempar batu di sana, batu banyak sekali kemarin," pungkasnya.

(bri/mud)