14 Orang Diamankan di Aksi Ricuh Mahasiwa Serang Tolak Omnibus Law

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 12:47 WIB
Demo omnibus law di Serang Banten ricuh
Aksi demo berujung ricuh di Serang (Foto: Bahtiar Rifa'i)
Serang -

Kapolda Banten Irjen Fiandar mengatakan total ada 14 orang yang diamankan dalam aksi ricuh mahasiswa menolak UU Omnibus Law di Kota Serang pada Selasa (6/10) malam. Sembilan orang merupakan mahasiswa, tiga pelajar setingkat SMA dan dua pekerja.

"Jadi total yang diamankan 14 orang, dengan profesi 9 orang dari mahasiswa, 3 pelajar dan 2 pekerja," kata Fiandar dalam jumpa pers di Mapolda Banten, Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, Rabu (7/10/2020).

Kapolda menyebut bahwa aksi dengan nama aliansi Geger Banten itu tidak murni berasal mahasiswa. Padahal, kegiatan dilakukan di depan kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten yang dimulai dari pukul 15.30 WIB.

"Bisa disimpulkan tidak murni mahasiswa, ada pelajar ada pekerja, kan aneh padahal di kampus kegiatannya," tambahnya.

Ke 14 orang yang diamankan saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) untuk memastikan apakah ada tindak pidana tertentu yang dilakukan mereka.

"Kita melakukan pendalaman pemeriksaan, kira-kira pasal pidana apa yang bisa diterapkan ke mereka," ujarnya.

Pihak kepolisian sendiri sudah berkomunikasi dengan perwakilan UIN SMH Banten atas aksi tadi malam. Bisa dipastikan bahwa tidak ada kerusakan akibat di dalam kampus dalam aksi ricuh tersebut.

Sebelumnya, aksi mahasiswa tepatnya di Jalan Jenderal Soedirman berujung ricuh pada pukul 18.45 WIB. Polisi sempat melakukan upaya paksa pembubaran dengan menyemprotkan water canon dan gas air mata ke mahasiswa yang bertahan di UIN SMH. Aksi baru mulai berhenti pukul 22.30 WIB dan jalan kembali bisa diakses masyarakat.

(bri/mud)