Pasien Kecewa Gegara RSUD Ciamis Tak Layani BPJS

Dadang Hermansyah - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 12:23 WIB
RSUD Ciamis mulai Senin (5/10/2020) sementara tidak melayani pasien BPJS dan hanya melayani pasien umum (bayar). Banyak pasien yang kecewa karena keputusan mendadak tersebut. Tak sedikit warga yang menunggu berjam-jam harus pulang lagi.
Pasien di RSUD Ciamis. (Foto: Dadang Hermansyah/detikcom)
Ciamis -

RSUD Ciamis mengumumkan pasien pengguna BPJS untuk sementara ini tidak dilayani oleh poliklinik. Pengumuman tersebut membuat gaduh dan kecewa ratusan pasien yang telah antre sejak pagi.

Tak hanya itu, pasien banyak yang datang dari luar daerah dengan jarak cukup jauh. Akhirnya, beberapa pasien terpaksa harus pulang lagi. Ada juga yang terpaksa harus berobat dengan menggunakan umum (bayar), karena pengobatan untuk penyakitnya tidak bisa ditunda.

Pasien kecewa kepada RSUD Ciamis karena tidak sosialisasikan informasi tersebut. "Tadi saya datang pagi, daftar, kemudian nunggu lama tapi tidak ada panggilan. Setelah di ruang tunggu poliklinik baru ada pengumuman bahwa pasien BPJS sementara tidak dilayani. Informasinya mendadak," ujar Reni seorang pasien TB, warga Kecamatan Baregbeg, saat ditemui di depan RSUD Ciamis, Senin (5/10/2020).

RSUD Ciamis memasang pengumuman di depan jendela layanan pendaftaran. Isi menjelaskan sejak 5 Oktober 2020, RSUD Ciamis tidak melayani pasien BPJS Kesehatan untuk poliklinik instalasi rawat jalan. Hal itu karena ada permasalahan antara RSUD Ciamis dengan BPJS Kesehatan. RSUD Ciamis kini hanya melayani pasien umum sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Reni menunggu keluarganya untuk mengantarkan uang, karena untuk pengobatan penyakitnya ini tidak bisa ditangguhkan. "Sekarang terpaksa harus pakai umum, lagi nunggu yang nganterin uang. Saya hanya bawa uang Rp 250 ribu. Sedangkan untuk sekali berobat biayanya harus lebih dari Rp 400 ribu," tutur Reni.

Senada diungkapkan Endang, warga Kecamatan Lumbung. Ia terpaksa harus pulang lagi karena tidak membawa uang untuk pengobatannya. Ia berangkat dari rumah usai salat subuh.

"Sekali berobat kalau umum itu harus mengeluarkan biaya Rp 800 ribu, untuk cek lab dan untuk obat. Kalau tau seperti ini mungkin saya akan mempersiapkannya. Ya kecewa harusnya ada pengumuman sebelumnya," ucap Endang.

Selanjutnya
Halaman
1 2