Tak Hanya di Cianjur, Beras Bansos Bercampur Plastik Juga Ditemukan di Purwakarta

Dian Firmansyah - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 15:31 WIB
Petugas memeriksa beras yang diduga bercampur plastik di Purwakarta.
Foto: Petugas memeriksa beras yang diduga bercampur plastik di Purwakarta (Dian Firmansyah/detikcom).
Purwakarta -

Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta mengamankan satu karung beras diduga bercampur dengan beras plastik. Beras tersebut merupakan bantuan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial.

Kepala Kajari Purwakarta Andin Adyaksantoro mengungkapkan penemuan beras bercampur plastik itu berawal dari laporan warga. Pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait temuan tersebut.

"Kami dari Kejaksaan Negeri Purwakarta saat ini sedang melakukan pendalaman mengenai adanya beras tersebut. Nanti kita mencari dan mendapatkan data yang mendukung adanya beras bercampur plastik ini. Ini belum seluruhnya ditimbang tapi kita akan tetap data dan bahan keterangan mengapa terjadi adanya beras seperti itu, campur antara beras dan asli dengan beras plastik," kata Andin saat ditemui di kantornya, Rabu (30/09/2020).

Dia menyatakan saat ini terus mengumpulkan keterangan terkait penemuan beras bercampur plastik itu. "Baru ditemukan di satu titik tapi kita akan mencari dan mengumpulkan keterangan mengapa terjadi beras seperti itu. Kita masih pendalaman rencana akan ada pemeriksaan," tegasnya.

Sementara itu, Yuyum (39) seorang warga menceritakan penemuan beras bercampur plastik ini. "Dapat dari PKH, saya enggak tau beras plastik atau enggak saya kira itu bahan pengawet. Adik saya posting di sosmed nanya itu beras plastik atau bukan," ungkap Yuyum.

Dijelaskan Yuyum, kondisi beras berwarna kuning, bercampur beras ketan dan ada plastik berbentuk bulat. Ia mendapatkan beras itu sebanyak 30 kilogram yang dikemas ke dalam dua karung berisikan 15 kilogram.

"Ada dua karung, yang satu karung mah bagus. Kualitasnya kurang layak lah karena kan ada plastiknya, warnanya kuning bau apek," terangnya.

Aan saudara Yuyum yang memakan nasi dari beras bercampur plastik itu mengatakan, plastik yang bercampur beras itu rasanya sepet dan bau.

"Awalnya saya sudah curiga tapi Yuyum bilang itu pengawet. Setelah dimakan rasanya sepet, kesat, pahit, kasar kalo plastiknya hancur (lumer) pas di masak. Saya periksa lagi berasnya ternyata ada kayak biji plastik. Jumlahnya ya lumayan yang udah ketemu aja ada sekitar 30 biji," ujar Aan.

(mso/mso)