Kejari Kawal Pemkot Bandung Kembalikan Aset yang Dikuasai Pihak Lain

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 13:27 WIB
Kejari siap kawa;l Pemkot Bandung ambil alih aset yang diserobot pihak lain
Kepala Kejari dan Walkot Bandung (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung siap membantu Pemerintah Kota Bandung untuk mengembalikan aset negara yang dikuasai orang lain. Sebab sejauh ini diperkirakan masih banyak aset-aset negara di Bandung yang dinilai bermasalah.

"Yang kami titik beratkan dalam hal melindungi aset Pemda dan BUMD, kami menyiapkan diri mendampingi apabila ada aset yang belum optimal dan dimanfaatkan orang lain," ujar Kepala Kejari Bandung Iwa Suwia Pribawa di kantor Kejari Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Rabu (30/9/2020).

Menurut Iwa, aset-aset negara merupakan salah satu faktor penting milik pemerintah. Menurutnya, permasalahan bisa terjadi apabila aset negara dikuasai oleh swasta atau perseorangan.

"Kalau dikuasai pihak pemerintah nggak masalah, yang jadi masalah (dikuasai) oleh swasta atau pribadi. Kalau (dikuasai) pemerintah lewat administrasi bisa diselesaikan. Kalau swasta kemungkinan hilang bisa terjadi," kata dia.

Oleh karena itu, agar aset negara tak hilang, Iwa mengatakan pihaknya siap membantu Pemkot Bandung untuk mengembalikan aset-aset yang saat ini masih dikuasai oleh orang lain.

"Aset negara itu nanti aset-aset yang dimiliki oleh pemkot Bandung itu yang sekarang masih atau belum dikuasi pemkot, kalau masih ada. Syukur-syukur sudah tidak ada, tapi kalaupun masih ada kami akan dampingi pak wali untuk mengembalikan aset-asetnya," tuturnya.

Sementara itu Wali Kota Bandung Oded M Danial mengaku belum mengetahui terkait berapa aset negara yang saat ini di luar kendali pemerintah atau dikuasai orang lain. Namun yang pasti, sambung Oded, dari sekian banyak aset, ada beberapa yang kemungkinan masih bermasalah.

"Ini merupakan sebuah kolaborasi yang baik, terutama di dalam mengamankan aset milik Pemkot Bandung. Saya kira kalau masalah pasti ada, tapi saya belum tahu detailnya, yang jelas masih ada karena jumlah persil Kota Bandung ini hampir 11 ribu persil, pasti ada masalah.
Kita bersama dalam mengamankan aset itu," tutur Oded.

(dir/mud)