Ini Penyebab Kota Bogor Kembali Masuk Zona Merah COVID-19

M Solihin - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 16:42 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya
Wali Kota Bogor Bima Arya (Foto: M. Sholihin/detikcom).
Bogor -

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut meningkatnya angka kematian pasien positif Corona di Kota Bogor, menjadi salah satu variable yang membuat Kota Bogor kembali ke zona merah atau kota dengan resiko tinggi penyebaran virus Corona.

"Angka kematian itu meningkat, minggu ini angka kematian ada 6. Jadi angka kematian itu mempengaruhi, jadi 1 dari 14 variable, jadi itu yang pertama. Kemudian yang kedua adalah okupansi rumahsakit agak naik, yang tadinya 53 persen sekarang 60 persen. Jadi agak naik," kata Bima Arya usai rapat evaluasi pelaksanaan (Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas) PSBMK di Balai Kota Bogor, Selasa (29/9/2020).

"Tingkat kematian lebih tinggi pada laki-laki, dan usia produktif mendominasi kasus positif," tambah Bima.

Bima menyebut angka kematian pasien positif Corona di Kota Bogor didominasi oleh pasien dengan penyakit penyerta atau komorbid. Angka kematian pasien positif Corona, juga didominasi oleh laki-laki dibanding perempuan.

"Kita menemukan bahwa dari angka kematian itu sebagian besar itu disebabkan oleh adanya komorbid, jadi ini mengkonfirmasi bahwa orang yang memiliki penyakit bawaan, memiliki resiko yang lebih tinggi," ungkap Bima.

Bima mengatakan sebagai upaya untuk menekan angka kematian pasien positif Corona, pihaknya akan memberikan treatment dan atensi khusus untuk pasien positif Corona dengan komorbid.

"Jadi kita lakukan treatment di situ, jadi mengapa angka kasus naik, itu harus kita bedah. Artinya apa, harus ada perlindungan khusus terhadap pasien komorbid, harus ada atensi khusus terhadap komorbid. Harus ada metode kesembuhan bagi komorbid," tegas Bima.

Sementara untuk ketersediaan tempat tidur untuk pasien positif Corona, lanjut Bima, pekan ini sarana milik Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lido sudah bisa digunakan untuk pasien positif Corona tanpa gejala.

"Okupansi rumahsakit agak naik, yang tadinya 53 persen sekarang 60 persen," sebut Bima.

"Untuk ketersediaan bed, minggu ini sudah berjalan di lido, jadi bagi yang tanpa gejala nanti akan ditempatkan di lido. Sehingga ketersediaan tempat tidur lebih tinggi lagi angkanya, jadi satu persatu kita perbaiki," kata Bima menambahkan.

Bima menjelaskan, Kota Bogor saat ini kembali menyandang status zona merah setelah sempat beberapa kali menjadi zona oranye. Namun, kata Bima, pihaknya akan terus berupaya untuk menekan angka penyebaran virus Corona di Kota Bogor.

"Tapi teman-teman, ini oranye-merah, oranye-merah ini fluktuatif, jadi saya kira fokus saja untuk penyembuhan sembari evaluasi semua hal yang kita lakukan, jadi Bodebek akan selalu berjalan mengiringi Jakarta," kata Bima.

(mso/mso)