Sejumlah Hotel di Jabar Mundur Jadi Fasilitas Isolasi COVID-19

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 20:56 WIB
Ilustrasi hotel bintang lima
Ilustrasi hotel (Foto: iStock)
Bandung -

Sejumlah hotel yang diajukan menjadi tempat isolasi COVID-19 di Jawa Barat berguguran. Pasalnya, ada hotel yang tak memenuhi persyaratan atau pun pengelola hotel mengundurkan diri karena melihat target okupansi tinggi di akhir tahun sehingga memilih tetap beroperasi normal.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar mengatakan, sebelumnya pihaknya mengajukan 23 hotel di wilayah Jawa Barat. Jumlah itu terus berkurang menjadi 20 hotel, sampai akhirnya tersisa 17 hotel.

"Saya ditugaskan mencari hotel sudah dapat, sekarang tinggal menunggu sosialisasi teknis hotel. Sekarang tapi kan 17 tapi diberitakan (daftar calon hotel) akhirnya mereka mundur ada kekhawatiran masyarakat, ada yang karena bersatu dengan Mal," kata Herman di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (28/9/2020).

Herman berharap pemerintah pusat bisa segera menetapkan hotel yang akan digunakan sebagai tempat isolasi COVID-19. "Belum ada keputusan, gubernur masih rapat dengan pusat nunggu berita itu katanya nunggu kepastian dari pusat diharapkan lebih cepat takutnya kan mundur lagi," kata Herman.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat Setiawan Wangsaatmadja mengatakan, penetapan hotel tersebut akan dilakukan oleh pemerintah pusat. Upaya menggaet hotel ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penuhnya ruang isolasi COVID-19.

"Sekarang gini pusat isolasi di luar rumah sakit kan baru BPSDM tuh baru terisi 20% di luar itu di angka 40% berarti ada sparenya. ini kan antisipasi aja ketika terjadi ledakan kami sudah ada pos-pos di luar BPSDM dan lain-lainnya dan ini sedang disosialisasikan ke Kota/Kabupaten. ini perlu waktu bahwa pusat mau membayar jadi ini harga satuan yang diputuskan oleh Gubernur," katanya.

"Caranya kita harus ada survei harga pasaran lalu dari situ BPKP akan menyetujui kalau sudah disetujui, maka gubernur akan memutuskan dengan keputusan gubernur tapi sekarang kita enggak bisa kasih detail hotel apa saja. untuk jumlah hasil isolasi kan kita antisipasi untuk puncak covid di Desember, tapi itu mudah-mudahan tidak terjadi," katanya.

Setiawan mengatakan kurang lebih Jawa Barat masih membutuhkan kurang lebih 1.000 kamar isolasi, di luar ruang isolasi yang tersedia sekarang. "Semua baru prediksi, kita antisipasi saja, kalau nanti puncak covid datang kita sudah siap," ujarnya.

Bila mengacu jumlah hotel yang bersedia dijadikan ruang isolasi COVID-19 sekarang, 13 hotel berada di Bandung Raya dan sisanya tersebar di Jawa Barat.

(yum/mud)