Cegah COVID-19, 1.058 Santri di Ponpes Kuningan Dipulangkan

Bima Bagaskara - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 16:54 WIB
A high school teacher checks the temperature of a student on the first day after being reopened following restrictions to halt the spread of the COVID-19 coronavirus in Kuala Lumpur on June 24, 2020. (Photo by Mohd RASFAN / AFP)
Ilustrasi (Foto: AFP/MOHD RASFAN).
Kuningan -

Pasca ditemukannya 46 santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Husnul Khotimah di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kuningan yang positif terpapar COVID-19, ribuan santri yang berada di ponpes lainnya di desa tersebut akan dipulangkan ke daerah asal.

Ponpes Al Multazam misalnya. Sebanyak 1.058 santri di ponpes yang letaknya tidak jauh dari Ponpes Husnul Khotimah ini akan dipulangkan oleh pihak yayasan.

"Untuk Al Multazam besok mau rapat dan dari pihak yayasan mau memulangkan semua santrinya, totalnya ada sekitar 1.058 santri dari berbagai daerah," kata Camat Jalaksana Toni Kusumanto saat ditemui di Kantor Bupati Kuningan Senin (28/9/2020).

Toni mengungkapkan dari laporan pihak Ponpes Al Multazam tidak ada santri di sana yang terindikasi terpapar COVID-19. Meski begitu, kebijakan untuk memulangkan santri merupakan inisiatif dari Ponpes Al Multazam sebagai langkah antisipasi.

"Kalau untuk Al Multazam sebenarnya laporan dari yayasan tidak ada gejala, tapi kebijakan mereka ingin memulangkan santrinya untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan," kata Toni.

"Karena mungkin analisa Al Multazam sendiri melihat situasi sekarang. Nanti pemulangannya secara bertahap, santri juga diwajibkan isolasi mandiri di rumah masing-masing setelah dipulangkan," lanjutnya.

Selain Ponpes Al Multazam yang berada dekat dengan Ponpes Husnul Khotimah, di Desa Manis Kidul juga terdapat objek wisata Cibulan.

Menurut Toni, untuk objek wisata Cibulan pihaknya tidak bisa memberikan rekomendasi apakah harus ditutup atau tidak.

"Untuk Cibulan itu kebijakan dari Dinas Pariwisata. Karena ini klasternya tidak di masyarakat tapi di dalam ponpes jadi kita hanya menutup akses keluar masuk saja," ujarnya.

(mso/mso)