Ini Awal Mula Pegiat Literasi Bandung Dipolisikan Gegara Komentar di FB

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 12:57 WIB
Didin Tulus
Didin Tulus pegiat litterasi Bandung saat berada di kantor polisi (Foto: tangkapan layar Facebook).
Bandung -

Pegiat literasi di Bandung Didin Tulus dipolisikan gegara komentar di Facebook temannya. Seperti apa awal mula komentar Didin hingga berujung dipolisikan?

Asri Vidya Dewi kuasa hukum Didin Tulus menjelaskan permasalahan bermula saat Didin menulis komentar pada unggahan rekannya di Facebook. Saat itu, ada rekannya yang mengunggah buku dengan kalimat akan dibagikan secara gratis pada 4 Juli 2020 lalu.

"Pa Didin di situ mengomentari status teman di Facebook-nya, curhat lah sebetulnya," ujar Asri kepada detikcom, Minggu (27/9/2020).

Didin lantas menulis kalimat yang intinya kalau dia harus membeli atau dipaksa membeli. Komentar itu kemudian di tag atau diteruskan ke salah seorang pengarang buku.

"Sebetulnya nggak sengaja di tag," kata dia.

Pengarang tersebut lantas membalas kalau dia hanyalah sebagai penulis. Masalah lainnya, merupakan urusan dari penerbit. Si pengarang itu lantas meneruskan langsung ke penerbit buku.

"Dari situlah ada pertanyaan ini itu. Pa Didin kan curhat saja, tapi karena ditanya siapa yang nyuruh beli segala macam, Pa Didin nggak ngomentari lagi karena bukan untuk dikomentari," tuturnya.

Asri mengatakan Didin Tulus lantas membuat komentar baru yang intinya berisi 'budayawan jadi mafia'. Komentar baru Didin itu kemudian dikomentari lagi oleh penerbit yang berdebat di komentar sebelumnya sampai-sampai bilang untuk berbicara dihadapan penyidik.

"Akhirnya dilaporkan. Saya juga heran kenapa dilaporkan? Pa Didin nggak ada tendensi menyerang siapapun. Akhirnya memenuhi panggilan penyelidikan dengan sikap baik menjelaskan bahwa tidak ada maksud menjelekan," kata Asri.

Didin diperiksa di hadapan penyidik Sat Reskrim Polrestabes Bandung pada Jumat (18/9) lalu. Polisi membenarkan terkait pemeriksaan ini. Menurut polisi, pemeriksaan merupakan tindak lanjut dari adanya laporan.

"Satreskrim menindak lanjuti laporan darin pelapor saja sesuai yang diatur dalam undang-undang," kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri.

Tonton juga 'Ini Alasan Mengapa UU ITE Disebut-sebut Sebagai "Pasal Karet":

[Gambas:Video 20detik]

(dir/mso)