Round-Up

Bencana Alam di Jabar: Banjir Bandang Tewaskan 3 Orang-Pohon Tumbang

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 11:38 WIB
Dahsyatnya banjir bandang yang terjadi di Cicurug membawa beragam material, tidak hanya lumpur tapi juga batang-batang pohon berukuran cukup besar.
Banjir Bandang di Sukabumi (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom).
Bandung -

Memasuki musim pancaroba, sejumlah bencana alam mulai menghantui Jawa Barat. Beberapa waktu terakhir saja terjadi bencana banjir bandang di Sukabumi hingga hujan disertai es dan angin kencang yang terjang sejumlah daerah di Jabar. Bahkan di Bogor terdapat pohon tumbang timpa motor milik para pengemudi ojek online.

Banjir bandang menerjang wilayah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Ratusan rumah terendam dan beberapa di antaranya mengalami kerusakan. Tiga orang hanyut dan ditemukan tak bernyawa.

Dua orang awalnya ditemukan lebih dahulu oleh aparat gabungan dalam kondisi tak bernyawa. Tak lama kemudian korban terakhir atas nama Jajo (25) ditemukan pada radius 19 kilometer dari lokasi kejadian juga ditemukan tewas.

"Korban ditemukan dengan kondisi meninggal dunia pada radius 19 kilometer. Korban ditemukan pada pencarian hari keempat. Pagi tadi tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi area menjadi 2 (dua) dimana SRU pertama melakukan penyisiran di sepanjang sungai Cicatih menggunakan rafting boat hingga sejauh 20 KM dari lokasi kejadian dan SRU kedua melakukan pencarian melalui jalur darat hingga sejauh 10 KM," kata Hendra Sudirman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR melalui rilis yang diterima detikcom, Kamis (24/9/2020).

Dihubungi terpisah, Komandan Penanggulangan Darurat Bencana sekaligus Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf Danang Prasetyo Wibowo mengatakan korban ditemukan dalam kondisi jenazah utuh.

"Korban sudah diketemukan An Andang Umur 23th sesuai Info Keluarga di Tasikmalaya,ditemukan di Desa Sundawenang Kampung Suweng Kecamatan Parungkuda jenazah utuh," ujar Danang.

Penelusuran dilakukan, Danang juga menugaskan beberapa tim untuk memeriksa penyebab meluapnya Sungai Cibuntu yang menjadi aliran utama Sungai Cicatih. Penelusuran dilakukan hingga ke hulu sungai di Curug Citaman di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

"Kemudian di telusuri lagi, ke hulu ada penyebabnya yaitu dimana tumpuan atau bendungan Curug Citaman di hulu yang membentuk seperti bendungan alami kecil berdiameter 10 meter dengan kedalaman 2,5 meter. Nah itu yang pecah dan akhirnya material batu dan air turun ke bawah memasuki sungai Cicatih kemudian terbawa sampai dengan membendung jembatan di Desa Cibuntu," tutur Danang.

Dahsyatnya banjir tidak hanya lumpur tapi juga gelondongan batang pohon berukuran cukup besar. Diketahui hulu Sungai Cibuntu yang meluap berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Soal kemunculan batang-batang kayu itu sempat diutarakan sejumlah saksi mata saat kejadian, Parlin salah seorang warga mengatakan materal lumpur menjebol tembok menuju halaman rumahnya. Saat menyelamatkan diri dari terjangan air ia juga berhadapan langsung dengan batang kayu besar.

"Panik waktu kemarin itu cuma yang saya hindari kayu-kayu besar, kayu ini di atas gunung kayunya ada yang lima meter, diameternya ada yang sampe 40-50 cm. Kayu ini mengganjal jembatan ditambah debit air terlalu besar dihantam kanan kiri, meluap dan banjir," tutur Parlin pada Selasa (22/9).

Kayu-kayu berukuran besar itu juga yang kemudian menyumbat di jembatan Cibuntu hingga kemudian air menerjang ke pemukiman warga di sekitarnya. Soal kayu gelondongan itu juga dilihat langsung oleh Suharma, warga yang berada di lokasi tidak lama setelah kejadian.

Sementara itu di Kota Bogor, terjadi pohon tumbang. Pohon tumbang terjadi di Jalan Raya Abdullah Bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Rabu (23/9/2020). Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Tercatat delapan sepeda motor milik driver ojek online (ojol) rusak akibat tertimpa pohon.

Muhamad Erza (29), driver ojol yang motornya tertimpa pohon, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, ia dan rekan-rekan sesama ojol tengah berkumpul di basecamp, Jalan Abdullah Bin Nuh.

"Kejadian pas hujan besar, ditambah anginnya juga kencang, badai pokoknya. Terus tiba-tiba itu pohon tersapu terus roboh gitu saja, motor yang diparkir depan basecamp tertimpa semua," kata Erza ditemui di lokasi kejadian.

"Ada delapan motor yang tertimpa. Tapi yang paling parah motor saya, tertimpa batang pohonnya, enggak bisa ditarik, harus dipotong pohonnya," Erza menambahkan.

Pantauan di lokasi pukul 18.00 WIB, petugas BPBD Kita Bogor berupaya memotong batang pohon yang menimpa motor milik driver ojol. Pemotongan dilakukan menggunakan mesin pemotong dan dilakukan dengan hati-hati agar tidak menambah kerusakan pada motor.

"Pohon yang tumbang ini pohon kenari, diameter sekitar 4 meter, tinggi sekitar 10 meter. Kita masih upaya pemotongan, supaya motor bisa diangkat dan dipindahkan," kata Komandan Regu BPBD Kota Bogor Maruli Sinambela.

Tonton juga 'Penjelasan Peneliti ITB soal Potensi Tsunami 20 M di Selatan Pulau Jawa':

[Gambas:Video 20detik]

(dir/mso)