Hujan Es Terjang 7 Kecamatan di Kota dan Kabupaten Bogor

M Solihin - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 20:00 WIB
Hujan es di Bogor.
Hujan es di Bogor (Foto: Istimewa).
Bogor -

Hujan deras disertai es dan angin kencang menerjang tujuh kecamtan di Kota dan Kabupaten Bogor. Kejadian alam itu terjadi selama kurang lebih 15 menit.

Berdasarkan informasi dihimpun detikcom, sedikitnya fenomena hujan es terjadi di 7 kecamatan di Kota dan kabupaten Bogor. Di Kota Bogor, hujan es terjadi di Kecamatan Bogor Barat dan Tanah Sareal. Sementara di Kabupaten Bogor, hujan es terjadi di Kecamatan Dramaga, Kemang, Rancabungur dan Ciampea. Rata-rata, fenomena ini terjadi selama kurang lebih 10-15 menit.

"Kejadian tadi sekitar jam 17:00 WIB, ukurannya lumayan kaya biji kamper. Berlangsung selama sekutar 20 menit," kata Damanhuri, warga Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Boogr saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (23/9/2020).

Hal serupa juga diungkap Sugandi, warga Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Dia mengetahui terjadi hujan es saat sedang bersih-bersih lantai rumahnya.

"Awalnya kan hujan biasa, saya lagi bersih-bersih lantai, karena kan agak banjir yah lantainya. Nah pas lagi bersih-bersih, tiba-tiba itu hujan es. Berisik itu suaranya nimpa asbes. Bentuknya es, besarnya kaya kelereng gitu," kata Sugandi.

Selain fenomena hujan es, bencana pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang juga terjadi di banyak lokasi di Kota dan Kabupaten Bogor. Salah satunya, di Jalan Abdullah Bin Nuh, Bogor Barat, Kota Bogor. Di titik ini, pohon kenari dengan diameter sekitar 60 centimeter dan tinggi 10 meter tumbang dan menimpa 8 motor milik ojek online.

"Hujan deras disertai angin kencang juga terjadi di Kecamatan Dramaga, ada pohon tumbang di wilayah ini. Kemudian angin kencang juga merusak rumah warga di Kecamatan Tenjolaya, kemudian angin kencang dan pohon tumbang juga terjadi di Ciampea," kata Kepala Seksie Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Muhamad Adam, Rabu (23/9/2020).

"Beberapa wilayah juga terjadi angin kencang, informasi lengkap masih dihimpun. Anggota masih di lapangan," ujarnya.

(mso/mso)