MUI Jabar Minta Pilkada Serentak 2020 Ditunda

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 16:41 WIB
Ilustrasi Fokus Nasib Pilkada Langsung (Andhika Akbaransyah)
(Foto: Ilustrasi Fokus Nasib Pilkada Langsung (Andhika Akbaransyah)
Bandung -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat meminta agar pelaksanaan Pilkada serentak ditunda. Sebab, pandemi COVID-19 masih menghantui.

"Kalau MUI, kami sedang membuat konsep edaran atau imbauan. Sebenarnya kalau masukan dari para pengurus meminta Pilkada itu ditunda saja dulu. Karena hitung-hitungan kami, kemadaratannya akan lebih besar dari pada maslahatnya," ucap Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar saat dihubungi, Jumat (25/9/2020).

Di Jabar sendiri sedikitnya ada 8 daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu dan Kota Depok.

Kembali ke soal penundaan Pilkada. Rafani mengatakan permintaan penundaan ini sudah berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan. MUI Jabar sendiri sudah berkoordinasi pakar epidemiologi soal kondisi penyebaran COVID-19.

"Kami disini juga melakukan kajian ilmiah mengundang ahli epidemiologi. Jadi Desember ini kan puncak penyebaran COVID-19 dari angka yang terus melonjak, kemudian ditambah kemungkinan angka dari Pilkada itu yah. Pilkada itu berpotensi berkontribusi menambahkan angka COVID-19 sampai dengan 200 atau 300 ribu angka nasional," tuturnya.

Menurut Rafani, pelaksanaan Pilkada tidak memungkinkan. Sehingga pihaknya meminta agar pelaksanaan Pilkada ditunda.

"Iya ditunda, kan bukan hanya kita ya,banyak komponen masyarakat juga mengusulkan, terutama kalau kami lebih percaya kepada pendapat para ahli seperti ahli epidemiologi dan IDI kan kita kerjasama juga," ujarnya.

"Jangan sampai hajat politik ini mengorbankan keselamatan masyarakat ya, kan ada kaidahnya dalam usul fiqih menolak kemadaratan harus diprioritaskan daripada mendatangkan kemaslahatan," kata dia menambahkan.

Tonton juga 'Satgas Covid-19: Tambahan Kasus Corona Terkait dengan Pilkada':

[Gambas:Video 20detik]

(mud/mud)