Waspada, Kasus Corona Klaster Keluarga di Bandung Meningkat

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 21:04 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Bandung -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung waspadai kemunculan kluster keluarga yang terpapar COVID-19. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung temukan banyak kasus positif yang berasal dari klaster keluarga.

"Dinas Kesehatan sudah mendeteksi ada 299 orang dari 109 kepala keluarga yang dites dikonfirmasi positif COVID-19 atau sekitar 25,9 persen," kata Wali Kota Bandung Oded M Danial usai rapat terbatas (Ratas) bersama Forkompimda Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Kamis (24/9/2020).

Oded menyebut, pengawasan dan pengendalian oleh kewilayahan akan diperketat, tidak hanya pengawasan di ruang-ruang publik.

Kasus klaster keluarga ditemukan dari hasil trasing dan swab test massal yang sudah dilakukan.

"Hingga saat ini, Pemerintah Kota Bandung terus mengandalkan pengetesan masif untuk memetakan sebaran pandemi COVID-19. Saat ini, kita sudah melakukan 43.019 rapid test (1,73% dari jumlah penduuduk) dan 26.839 (1,08% dari jumlah penduduk). Jumlah ini sudah melebihi standar dari WHO," ungkap Oded.

Sementara itu, Kadinkes Kota Bandung Rita Verita mengatakan, klaster keluarga ditemukan dari hasil test massal.

"Istilahnya klaster keluarga, sample dari umum dari hasil pelacakan, 26.839 itu adalah orang dan spesimen juga, kebetulan yang ini tidak ada yang double," ujar Rita.

Rita menjelaskan, trasing dilakukan kepada keluarga, teman atau kerabatnya. Selain itu, pelacakan juga dilakukan, sudah pergi kemana dan datang dari mana yang bersangkutan.

"Memang kami lihat kegiatan, misalnya kontak erat di keluarga, nah berapa orang, kita lakukan pelacakan, lalu kegiatan kemana saja, kita tetap lacak. Satu orang bisa sampai ke 50 (orang) bisa (pelacakan). Kalau di kota Bandung, misalnya istri anak tiga, teman kantor, bisa sampai 20-30 orang," jelasnya.

Sementara itu, agar tidak kembali muncul klaster keluarga, Rita berujar yang rumahnya memungkinkan bisa melakukan isolasi mandiri maka akan Isolasi mandiri di rumah, kalau tidak memungkinkan maka akan dilakukan isolasi di rumah isolasi yang berada di RSKIA Kota Bandung.

"Untuk isolasi mandiri kami lihat sikon rumah, kalau rumah layak dilakukan isolasi boleh dengan ketat, tapi kalau tidak layak kami tawarkan di rumah isolasi," pungkasnya.

(wip/bbn)