Kasus Baru Positif COVID-19 di Jabar Capai 804 Hari Ini

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 18:46 WIB
Ilustrasi pasien di rumah sakit
Ilustrasi (Foto: iStock).
Bandung -

Kasus positif COVID-19 di Jawa Barat bertambah 804 kasus baru pada Kamis (24/9/2020). Lonjakan kasus itu ditemukan, seiring dengan tingginya penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 baru secara nasional yang mencapai angka 4.634.

Penambahan kasus ini menjadi yang terbesar kedua setelah ditemukannya klaster COVID-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) dengan jumlah 965 kasus pada 9 Juli 2020. Kenaikan kasus ini membuat total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Jabar mencapai angka 19.397.

Dilansir dari laman Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (Pikobar) jumlah pasien COVID-19 yang masih menjalani perawatan atau isolasi sebanyak 7.868 orang. Sedangkan, 11.174 orang lainnya telah selesai menjalani isolasi dan dinyatakan sembuh.

Sedangkan untuk jumlah pasien COVID-19 yang meninggal bertambah 12 orang di Jawa Barat, sehingga total pasien yang meninggal dengan keterangan terinfeksi virus Corona sebanyak 355 orang. Dalam evaluasi per tanggal 14 hingga 20 September, terdapat tiga zona merah di Jabar, yakni Kota Bekasi, Kabupaten Karawang dan Kota Cirebon.

Penambahan kasus positif COVID-19 ini terus terjadi sejak beberapa pekan yang lalu, pada pekan ini penambahan kasus tertinggi di Jabar juga terjadi pada 21 September dengan 680 kasus, kemudian 22 September dengan 575 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Daud Achmad mengatakan temuan tersebut dikarenakan gencarnya pemeriksaan tes COVID-19 dan bertambahnya fasilitas pemeriksaan.

"Disebabkan oleh tes masif yang dilakukan di seluruh Jabar, dan juga adanya data-data yang delayed validasinya," kata Daud

Swab Test Gratis

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani mengatakan Pemprov Jabar menggratiskan swab test bagi masyarakat sejak awal pandemi COVID-19.

"Labkes Jabar melayani swab test gratis sejak awal pandemi. Hal itu berlaku juga di laboratorium jejaring," katanya.

Swab test sendiri diprioritaskan bagi masyarakat dengan profesi interaksi tinggi dengan publik, rawan terinfeksi, dan memiliki gejala COVID-19.

Jika masuk ke salah satu kategori, kata Berli, masyarakat dapat mendaftarkan diri untuk melakukan swab test melalui Pikobar. Setelah mendaftar, Dinkes Jabar akan memverifikasi dan memvalidasi.

"Langsung akses dan daftar di Pikobar dengan mencantumkan alasan kenapa merasa perlu swab test," ucapnya.

"Nanti kalau sudah sesuai filter, secara sistem akan diberikan waktu dan tempat pelaksanaan swab test," imbuhnya.

(yum/mso)