Ini Langkah BI Jabar Hadapi Ancaman Resesi

Siti Fatimah - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 15:24 WIB
Poster
Ilustrasi Corona (Foto: Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah mengeluarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2020 yakni minus 1% sampai minus 2,9%. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga memastikan di kuartal III-2020 yang berakhir di bulan September ini berada di area negatif, artinya Indonesia resesi.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Barat Herawanto mengatakan, di Jabar sendiri, perekonomian pada triwulan II 2020 terjadi kontraksi sebesar -5,98% (yoy). Menurutnya, hampir semua sektor ekonomi di Jabar mengalami penurunan sebagai akibat pandemi terkecuali sektor pertanian dan sektor informasi komunikasi.

"Demikian dari sisi permintaan, seluruh komponen baik konsumsi, investasi, konsumsi pemerintah, ekspor maupun impor mengalami tekanan cukup dalam," ucap Herawanto dalam Kick Of West Java Economic Society yang digelar secara daring, Rabu (23/9/2020).

Searah dengan pertumbuhan ekonomi yang mengalami penurunan, inflasi relatif terkendali. Pada Agustus 2020 tercatat mengalami deflasi 0,08% (mtm) atau secara tahunan sebesar 1,71% (yoy).

Dia mengatakan, deflasi ini perlu dicermati agar tidak menimbulkan tekanan yang terlalu besar pada daya beli produsen, petani maupun peternak mengingat hal ini dapat menjadi penghambat kontinuitas pasokan bahan pangan.

Lebih lanjut, agar aktivitas ekonomi di Jabar meningkat dengan diikuti penerapan protokol kesehatan, diperlukan dukungan dari berbagai pihak termasuk segenap civitas akademika perguruan tinggi.

Oleh sebab itu, BI Jabar bersama ISEI Bandung berinsiatif membentuk West Java Economic Society (WJES). WJES adalah wadah komunitas yang dibentuk untuk mendorong semangat berkontribusi bagi kemajuan ekonomi Jabar antara lain melalui penelitian, kajian dan berbagai kegiatan pendalaman terhadap permasalahan ekonomi daerah dalam merekomendasikan kebijakan.

"Terbentuknya forum WJES ini dapat dimanfaatkan untuk mengurai benang kusut permasalahan ekonomi dengan berkontribusi nyata melalui pemikiran-pemikiran yang solutif untuk kemajuan ekonomi Jabar sekaligus memberikan kontribusi dari Jawa Barat untuk Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Ketua ISEI Bandung Aldrin Herwany mengatakan tidak hanya forum ilmiah seperti seminar, tetapi juga workshop, writing competition, dan kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya penelitian akan menjadi kegiatan WJES.

"Muara dari berbagai kegiatan tersebut adalah dihasilkannya rekomendasi kebijakan ekonomi daerah yang aplikatif dan tepat sasaran, sehingga memberikan manfaat bagi kemajuan perekonomian Jabar untuk memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," kata Aldrin.

(mso/mso)