Muncul Kasus Baru, KBM Tatap Muka di Desa Sukaresik Pangandaran Dihentikan

Faizal Amiruddin - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 19:51 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Pangandaran -

Pemerintah Kabupaten Pangandaran kembali menutup kegiatan belajar mengajar tatap muka. Padahal pembukaan sekolah itu baru berjalan satu hari atau baru mulai Senin kemarin.

Namun penutupan kembali sekolah tersebut hanya dilakukan di sekolah yang berada di Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. Kebijakan penutupan kembali ini berlaku di tiga sekolah, yakni SD Negeri 1 Sukaresik, SD Negeri 2 Sukaresik dan SMP Negeri 2 Sidamulih.

Penutupan kembali kegiatan sekolah itu dilakukan menyusul ditemukannya kasus positif di wilayah Desa Sukaresik. "Sudah kami perintahkan semua sekolah di Desa Sukaresik ditutup kembali. Karena aturannya demikian, saat muncul kasus positif Corona maka semua sekolah di desa tersebut harus ditutup dulu," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran Agus Nurdin, Selasa (22/9/2020) malam.

Sekolah akan dibuka kembali jika penelusuran kontak atau penanganan atas kasus positif itu dinyatakan sudah selesai. "Penutupan kembali sekolah ini tiada lain demi keselamatan siswa dan guru. Nanti setelah gugus tugas menyatakan situasi sudah aman, sekolah bisa dibuka kembali," kata Agus.

Juru Bicara GTPP COVID-19 Kabupaten Pangandaran Yani Ahmad Marzuki membenarkan adanya penambahan pasien positif Corona di wilayah Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih Pangandaran. "Ada penambahan 2 orang pasien positif Corona. Keduanya perempuan, seorang ber-KTP Bandung dan seorang lagi ber-KTP Pangandaran. Jadi yang kami catat hanya warga Pangandaran saja. Tapi kalau perawatan, keduanya sudah kami tangani. Keduanya sudah diisolasi di RS Pandega Pangandaran," papar Yani.

Dia menjelaskan, pasien positif itu baru saja pulang dari Bandung. "Jadi karena anaknya mau sekolah, keluarga itu pulang ke Pangandaran dari Bandung," kata Yani.

Setelah sampai Pangandaran, pihak gugus tugas Kecamatan setempat menganjurkan kepada mereka untuk menjalani tes swab. "Pihak desa dan kecamatan sebelumnya sudah diwanti-wanti oleh Bupati agar mewaspadai warga pendatang," kata Yani.

Warga tersebut akhirnya bersedia jalani tes swab. Ternyata hasilnya positif. Kemudian petugas melakukan pemeriksaan lanjutan. "Hasilnya 2 perempuan itu yang positif. Sementara anggota keluarga lainnya Alhamdulillah negatif termasuk anak yang hendak sekolah," kata Yani.

Yani mengatakan peningkatan kembali kasus Corona di tanah air harus disikapi serius oleh masyarakat Pangandaran dengan lebih hati-hati dan waspada. "Patuhi protokol kesehatan. Bagi gugus tugas Desa atau Kecamatan harus lebih waspada mengawasi kedatangan warga luar," kata Yani.

(mud/mud)