Jabar Hari Ini: Viral KTP Gadis Cantik-Banjir Bandang Sukabumi Tewaskan 3 Orang

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 19:42 WIB
Liya, wanita yang viral karena foto KTP cantik.
Liya yang menjadi perbincangan warganet. (Foto: Wisma Putra/detikcom)

4. Pabrik Aqua Ikut Terendam Banjir Sukabumi

Pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) Aqua di Kecamatan Cicurug dikabarkan ikut menjadi korban banjir akibat aliran sungai yang meluap pada Senin (21/9/2020) petang tadi. Informasi itu di-posting akun media sosial Facebook Jakarte 'Punye Cerite'.

Video tersebut juga viral di aplikasi perpesanan. Dikonfirmasi detikcom, Ketua Forum Komunikasi SAR Daerah, Okih Fahri Assidik membenarkan kabar tersebut.

"Pabrik Aqua A1 (informasi yang valid dan bisa dipercaya kebenarannya) akibat pagar panel jebol air masuk ke pabrik," kata Okih melalui pesan singkat kepada detikcom.

Ia menuturkan genangan air tersebut berasal dari banjir bandang sungai Cibuntu. "Air kemudian mengalir ke sungai belakang PP Al-Amin dan (pabrik) Aqua," ungkap dia.

Di dalam video, terlihat genangan air berwarna coklat memenuhi seisi ruangan yang memang terlihat seperti bangunan pabrik. Beberapa galon terlihat bertumpuk di atas undakan tembok di atas genangan air.

Selain video itu, ada video lainnya yang memperlihatkan tumpukan dus bertuliskan aqua dan kendaraan forklift yang terlihat tetap beraktivitas meski bagian lantainya digenangi air berwarna coklat.

Pabrik Aqua di Sukabumi ikut terendam banjirPabrik Aqua di Sukabumi ikut terendam banjir Foto: Tangkapan layar facebook

Pihak Danone Aqua langsung angkat bicara terkait kejadian tersebut. Danone Aqua membenarkan kejadian tersebut. Menurut VP General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh, pabrik Aqua yang terendam banjir itu bernama pabrik PT. Aqua Golden Mississippi.

"Telah terjadi banjir lokal di sekitar pabrik PT. Aqua Golden Mississippi - Mekarsari akibat hujan deras di daerah setempat," ujar Vera kepada detikcom, Selasa (22/9/2020).

Atas kejadian itu, pihaknya terpaksa menutup sementara pabrik tersebut atas alasan keamanan dan keselamatan karyawan dan produk. Sejauh ini, menurut Vera, tidak ada karyawan yang menjadi korban dari bencana tersebut.

"Saat ini seluruh karyawan dalam kondisi aman. Pabrik menghentikan operasi sementara untuk alasan keamanan dan keselamatan. Keselamatan karyawan dan keamanan pangan dari produk adalah prioritas utama kami," pungkasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5