2 Tahun Oded-Yana, Dewan Soroti Masalah GBLA-Pembangunan Skywalk

Wisma Putra - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 18:42 WIB
Ketua DPRD Kota Bandung Teddy Rusmawan.
Foto: Ketua DPRD Bandung Teddy Rusmawan (Mochamad Solehudin/detikcom).
Bandung -

DPRD Kota Bandung menyorot berbagai hal dalam kepemimpinan Wali Kota Bandung Oded M Danial dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana dalam dua tahun ini. Mulai dari masalah Stadion GBLA hingga mangkraknya pembangunan Skywalk Cihampelas tahap dua.

"Masih ada pekerjaan rumah dari masa sebelumnya, yang ini harus diprioritaskan juga misalkan Sywalk Cihampelas yang belum ada tindak lanjut harus jadi prioritas untuk diselesaikan," kata Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Senin (21/9/2020).

Kemudian masalah yang membelit terkait pengelolaan Stadion GBLA. Hingga kini menurutnya stadion megah itu belum bisa dimanfaatkan secara optimal.

"Masalah GBLA, masalah Skywalk Cihampelas harus dituntaskan, jangan diabaikan. Masalah dulu ya sudah, hari ini harus dituntaskan termasuk taman-taman harus jadi prioritas kembali, harus dipelihara dan Kota Bandung harus berkolaborasi bekerjasama dengan pihak swasta CSR nya agar menghadirkan taman-taman yang kembali segar, taman-taman yang kembali nyaman yang dimanfaatkan oleh warga Kota Bandung," ucapnya.

Selain itu, saat ini penanganan COVID-19 menjadi tantangan besar bagi Oded-Yana. Tedy menilai, penanganan COVID-19 di Kota Bandung sudah optimal. Oded dan Yana bisa menekan penyebaran COVID-19 di Kota Bandung.

"Penanganan COVID-19 di Kota Bandung lebih baik dibandingkan daerah-daerah lain. Dibuktikan dari terkendalinya jumlah yang positif dan bagaimanapun kalau kita komparasikan dengan daerah di kota metropolitan lainnya, Bandung dianggap relatif lebih terkendali dibanding Bodebek, Jateng, Jatim, Kematian juga lebih rendah. Kita secara sistematis lebih baik, ketika relaksasi dibukanya dengan simulasi-simulasi yang ketat, bahkan setelah simulasi belum yakin dicek lagi. Kita sangat khawatir dengan gelombang kedua," jelasanya.

Tedy menyoroti soal keputusan buka tutup jalan yang dilakukan di masa AKB diperketat. Dia menilai kebijakan itu harus dievaluasi, apalagi jalan yang dibuka tutup berada di pusat perekonomian di Kota Bandung.

"Pemkot Bandung dan Polrestabes melakukan upaya bahwa sekarang COVID-19 masih ada, kita belum bebas seperti era normal. Kita berikan masukan juga agar dipertimbangkan kembali kepada Pemerintah Kota Bandung terkait penutupan harus betul-betul dilihat, dinmana yang paling tepatnya, kalau di sana ada sentra ekonomi harus dipertimbangkan, yang penting di situ lakukan protokol kesehatan yang sangat ketat," paparnya.

Meski demikian, Tedy mengapresiasi kemajuan Kota Bandung ditangan Oded-Yana. Dia menilai ada beberapa kemajuan yang dialami Kota Bandung selama dua tahun kepemimpinan Oded-Yana.

"Positifnya di era pemerintahan Mang Oded-Yana warga Kota Bandung lebih religius dalam hal-hal yang sifatnya kualitas ibadah, sosial, contoh program Bersatu berjemaah tepat waktu, sebelum COVID-19 kunjungan ke masyarakat, lebih dekat dengan masyarakat, itu dilakukan secara rutin. Kemudian keguyuban masyarakat lebih terbangun, kolaborasi di lapangan lebih dirasakan agar pembangunan lebih merata di masyarakat bawah dan program Kang Pisman banyak memunculkan kreativitas," ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bandung Fraksi Demokrat Riana menyebut, kepemimpinan Oded-Yana sudah cukup baik. Namun masih perlu ada perbaikan.

"Saya menilai kepemimpinan Oded-Yana cukup bagus, tapi tidak bisa saya pungkiri ketika masyarakat saat ini memiliki penilaian lain. Penilaian lain, ada beberapa kekurangan yang perlu ditingkatkan, bagi saya itu hak yang wajar apalagi saat ini penanganan COVID-19 semua program banyak yang terganggu, otomatis bicara kinerja tidak akan maksimal, jadi wajar ada sebagian masyarakat yang menilai kinerja Kang Oded dan Kang Yana jurang," ujarnya.

(wip/mso)