Ditutup Akibat COVID-19, Emak-emak Bandung Malah Bancakan di Tengah Jalan

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 19 Sep 2020 19:18 WIB
Emak-emak di Bandung bancakan di jalan yang ditutup
Emak-emak di Bandung bancakan di jalan yang ditutup (Foto: Istimewa)
Bandung -

Sistem buka tutup di lima jalan utama di Kota Bandung mulai berlaku sejak Jumat (18/9/2020) lalu. Buka-tutup ini jalan merupakan buntut dari masih meluasnya penyebaran COVID-19 di 30 kecamatan di Kota Bandung.

Jadwal penutupan pun dilakukan selama tiga kali dalam sehari, mulai dari pukul 09.00-11.00 WIB, Pukul 14.00-16.00 WIB dan dilanjutkan di malam hari Pukul 22.00-06.00 WIB. Adapun lima titik jalan yang dilakukan buka tutup yakni, Jalan Asia Afrika-Tamblong, Otista-Suniaraja, Purnawarman-Riau, Merdeka-Riau dan Merdeka-Aceh.

Belakangan muncul foto emak-emak yang menggelar makan bersama atau botram di jalan Otista. Seperti dilihat detikcom, dalam unggahan pemilik akun @AlfonsusKim, tampak sejumlah wadah hidangan dan kerupuk tersaji di atas karpet dan kardus di dekat Pasar Baru Bandung.

Tampak seorang wanita tengah sedang duduk di atas tikar sambil melihat layar ponsel, di sampingnya berdiri dua orang wanita dan sejumlah orang di keliling mereka tampak memotret kegiatan itu.

"Mencegah berkerumun di dalam gedung biar di luar gedung aja... Botram di jalan, jadi tujuan penutupan nya apa? Loc : Ps Baru, jl. Otista Bandung," tulis @AlfonsusKim dalam unggahannya.

Unggahan ini pun mendapatkan beragam tanggapan dari netizen, baik yang berkomentar mendukung kegiatan emak-emak tersebut maupun yang kontra.

Saat dikonfirmasi detikcom, Agung (24) salah seorang pedagang di emperan toko di Jalan Otista membenarkan kejadian tersebut. "Bukan hanya di situ, tapi juga kemarin ada yang main bola banyak yang botram. Soalnya apalagi kegiatan pedagang, yang beli juga enggak ada karena penutupan jalan," ucap Agung saat ditemui, Sabtu (19/9/2020) petang.

Agung mengatakan, penutupan jalan ini sangat berdampak terhadap geliat perekonomian pedagang yang mencari penghasilan di sekitar Pasar Baru. "Saat kemarin lockdown (PSBB) kita malah enggak jualan berbulan-bulan, sekarang saat diperbolehkan dagang malah ditutup lagi jalannya," ujar pria yang sehari-hari berjualan kerudung itu.

Dalam sehari, ia hanya bisa menjual tiga potong kerudung sejak kebijakan penutupan jalan dilakukan. "Biasanya bisa lebih dari 20 pembeli yang datang, sekarang bisa 'ngalarisan' satu atau dua poton sudah alhamdulillah, banyak sabar saja," katanya.

Sementara itu Kasatpol PP Kota Bandung Rasdian mengatakan, setiap kerumunan yang terpantau di ruas jalan yang ditutup itu akan ditertibkan oleh petugas. "Kalau berkerumun ya dibubarkan, kalau ditemukan tidak gunakan masker diberi sanksi teguran atau tertulis," kata Rasdian saat dihubungi.

Menurutnya, petugas akan melakukan patroli didampingi Gugus Tugas Kota Bandung maupun kecamatan untuk mencegah terjadinya kerumunan. "Saat jam penutupan dilakukan patroli," tuturnya.

Tonton video '5 Titik Jalan di Bandung Dibuka-Tutup':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/mud)