Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI KBB, Polisi Periksa Kepala BPKAD

Whisnu Pradana - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 10:37 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Cimahi -

Unit Tipikor Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi terus melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah KONI Kabupaten Bandung Barat tahun 2020.

Dugaan adanya penyelewengan dana hibah KONI KBB menyeruak setelah sejumlah cabor mempertanyakan kejelasan uang tersebut. Dari uang sebesar Rp 10 miliar, baru Rp 3 miliar yang disalurkan pada cabor di KBB.

Terbaru, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) KBB telah dimintai keterangan terkait penyaluran uang tersebut ke KONI KBB berdasarkan permintaan Dispora KBB.

Sejauh ini, sudah tiga orang dimintai keterangan terkait dugaan penyalahgunaan dana hibah tersebut, yakni Sekretaris Umum KONI, Kepala Dispora, dan Kepala BPKAD.

"Betul kita sudah periksa juga BPKAD KBB. Dari jawabannya mereka membenarkan menyerahkan uang berdasarkan permintaan Dispora, lalu menyerahkan uang Rp 10 miliar ke KONI KBB," ujar Kanit Tipikor Satreskrim Polres Cimahi, Iptu Herman Saputra, Jumat (18/9/2020).

Namun BPKAD KBB tidak mengetahui bagaimana skema penyaluran uang tersebut. Sebab penyaluran uang setelah diterima menjadi kewenangan KONI KBB.

"Kalau untuk penyaluran mereka tidak tahu karena urusan KONI KBB sepenuhnya. Intinya mereka hanya membenarkan sudah memberikan uang Rp 10 miliar," terangnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah mengundang kembali Bendahara Umum KONI KBB, Ade Suratman. Sebelumnya, yang bersangkutan sudah dipanggil dua kali untuk dimintai keterangan terkait dana hibah KONI. Namun Ade absen dengan alasan sakit dan tugas luar kota.

"Kita sudah kirim udangan lagi untuk Selasa pekan depan. Jadi kemarin enggak hadir karena sakit dan dinas luar kota," jelasnya.

Herman mengatakan ketidakhadiran Bendahara Umum KONI KBB setelah diundang dua kali cukup mengganjal proses penyelidikan yang dilakukan untuk mengetahui aliran dana hibah tersebut.

"Sebetulnya tidak ada kendala, hanya belum hadirnya bendahara agak mengganjal proses, karena bendahara yang tahu kemana saja uang ini disalurkan," tandasnya.

Kepala BPKAD KBB Agustin Piryanti yang selesai menjalani pemeriksaan di Unit Tipikor Satreskrim Polres Cimahi engga berkomentar terkait pertanyaan yang diajukan penyidik.

"Pokoknya sekarang no comment dulu ya," katanya singkat.

(mud/mud)