Zona Merah COVID-19, Kota Cimahi Genjot Pelaksanaan Swab Test

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 16:18 WIB
Swab Test Pedagang Pasar Cisarua, ilustrasi tes swab, test swab, ilustrasi virus corona, ilustrasi tes corona
Ilustrasi (Foto: Swab Test Pedagang Pasar Cisarua)
Cimahi -

Pemerintah Kota Cimahi bakal terus menggenjot pelaksanaan tes spesimen atau swab test untuk memetakan penyebaran kasus COVID-19.

Dinas Kesehatan Kota Cimahi menargetkan setiap minggunya ada 600 warga yang bakal menjalani tes COVID-19, baik swab test maupun rapid test. Jumlah tersebut sesuai standar WHO, rasio tes uji spesimen COVID-19 adalah 1 orang per 1.000 penduduk per pekan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cimahi, tercatat uji spesimen swab test hingga saat ini sudah mencapai 9.548 orang atau 1,5 persen dari jumlah penduduk yang mencapai 553.755 jiwa.

"Pak Gubernur Ridwan Kamil menghubungi saya langsung, Cimahi satu-satunya kota yang dinilai WHO sesuai standar dalam hal antisipasi, swab test dan sebagainya. Jadi kita terus kebut swab test," kata Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna, Kamis (17/9/2020).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini menambahkan banyaknya uji spesimen tes COVID-19 tersebut juga jadi salah satu penyebab melonjaknya kasus positif di Cimahi. Hasilnya dari ribuan sampel uji, total positivity rate di Kota Cimahi mencapai 2,7 persen.

"Kalau yang WHO memang harus di atas 1 persen. Kita pakai angka itu, jadi targetnya 600 per minggu. Wajar kalau positif terus melonjak karena swab test kita juga masif," katanya.

Kota Cimahi sendiri saat ini masuk zona merah penyebaran COVID-19. Tercatat sudah ada 272 warga Kota Cimahi yang positif terpapar COVID-19.

Pihaknya akan terus melakukan deteksi COVID-19 dengan swab tes. Sasarannya tentu saja kontak erat dengan pasien positif. Kemudian pelaku perjalanan yang selama ini dinilai jadi salah satu sumber pembawa CIVID-19 ke Kota Cimahi.

Sasaran lainnya adalah masyarakat yang mengalami gejala Influenza Like Illness (ILI). Gejala tersebut akan disaring sejak dari rumah sakit dan Puskesmas, dan nantinya akan dilakukan swab test.

"Gejalanya itukan batuk, pilek, sakit tenggorokan, susah nelan, sesak. Menyerupai tanda tanda COVID-19.
Kita akan melakukan penapisan di Puskemas dan rumah sakit," tandasnya.

(mud/mud)