Siswa SD dan Ibunya Asal Tasikmalaya Positif COVID-19

Deden Rahadian - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 15:59 WIB
A high school teacher checks the temperature of a student on the first day after being reopened following restrictions to halt the spread of the COVID-19 coronavirus in Kuala Lumpur on June 24, 2020. (Photo by Mohd RASFAN / AFP)
Foto: Ilustrasi (AFP/MOHD RASFAN).
Tasikmalaya -

Seorang siswa sekolah dasar dan ibu kandungnya warga Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya terkonfirmasi positif COVID-19. Keduanya kini tengah menjalani isolasi di RSUD SMC Tasikmalaya.

"Iya kita kedatangan pasien terkonfirmasi positif COVID-19, yang mempunyai riwayat perjalanan dari Bogor. Ada satu siswa SD berikut dengan orang tuanya atau Ibu-nya," ucap Heru Suharto, Jubir Satuan Tugas COVID-19, di Kantor Setda Kabupaten Tasikmalaya, Senin (14/09/2020).

Dia menyebut kedua pasien dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil swab test. Namun saat ini kondisinya sudah semakin membaik.

"Kondisinya sudah mulai membaik," terang Heru.

Upaya yang dilakukan selain mengisolasi kedua pasien tersebut, penelusuran kontak secara menyeluruh dilakukan. Kerabat terdekat, guru hingga siswa yang mungkin sempat kontak dilakukan tracing.

"Hasilnya tidak ada yang lainnya, informasi yang masuk ke tim gugus tugas COVID-19 ini, mudah-mudahan hanya dua orang pasien ini," Kata Heru.

Heru menyebut kaitan klaster keluarga penyebaran COVID-19 ini, harus diketahui dan diwaspadai oleh masyarakat. Karena kontak erat yang sangat dekat adalah lingkungan keluarga.

Dia menambahkan untuk peningkatan kasus COVID-19 di Kabupaten Tasikmalaya, sampai saat ini sudah tercatat ada 50 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19.

"Kemungkinan dari data tersebut, akan terus bertambah. Karena dilihat penularan peningkatan kasus COVID-19 secara nasional terus bergerak naik. Antisipasi kita akan melaksanakan swab massal dan tracking kontak," tambah dia.

Dengan terus meningkat kasus COVID-19 saat ini, Kabupaten Tasikmalaya yang tadinya zona kuning sekarang menjadi orange. "Kita perlu peningkatan lagi, yang pasti kita akan lebih gencar lagi melaksanakan sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan," ujar Heru.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Sekretaris Daerah Mohammad Zein tengah mengkaji kemungkinan sekolah Tatap Muka di Awal Oktober. Kecamatan yang tidak memiliki kasus positif COVID-19, rencananya akan mulai kegiatan belajar mengajar tatap Muka.

"Kita sebenarnya lagi kaji kemungkinan sekolah tatap muka di pelosok yang tidak ada COVID-19. Karena mereka juga sulit belajar daring," ucap Zein.

(mso/mso)