KPU Siapkan Dua Daerah Terapkan SIREKAP di Pilkada Serentak 2020

Muhammad Iqbal - detikNews
Rabu, 09 Sep 2020 11:50 WIB
Uji coba SIREKAP di Kabupaten Bandung.
Foto: Uji coba SIREKAP di Kabupaten Bandung (Muhammad Iqbal/detikcom).
Kabupaten Bandung -

Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) terus menggodok kesiapan Sistem Informasi Rekapitulasi (SIREKAP) jelang Pilkada Serentalk2020. Dua daerah dikabarkan akan disiapkan KPU untuk menerapkan SIREKAP sebagai hasil resmi Pilkada Serentak 2020..

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Divisi Data dan Informasi Viryan Azis usai pembukaan pelaksanaan uji coba SIREKAP di Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (9/9/2020). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua KPU RI Arief Budiman.

"Harapan kita setidaknya ada dua daerah yang bisa menerapkan SIREKAP sebagai hasil resmi.(Untuk lokasinya) belum (ditentukan)," ujar Viryan kepada media, Rabu (9/9/2020).

Viryan mengatakan, untuk penetapan daerahnya masih menunggu hasil uji coba yang dilakukan KPU. Dalam dua bulan ke depan, KPU akan terus menguji coba hingga hasil maksimal dari aplikasi SIREKAP tersebut.

Sementara itu, pelaksanaan di Jalak Harupat tersebut merupakan uji coba yang ketiga kalinya dilakukan KPU. Sebelumnya, KPU melakukan uji coba di internal KPU.

"Nanti sekitar bulan November akan dapat gambaran, apakah memungkinkan diterapkan sebagai hasil resmi di daerah-daerah tertentu," ujarnya.

Viryan menjelaskan, SIREKAP direncanakan akan diterapkan untuk Pemilu di tahun 2024. Sistem ini diharapkan mampu mengefisienkan waktu penghitungan suara di tahun 2024 nanti.

Selain itu, sistem ini dinilai mampu mengurangi ongkos politik yang dikeluarkan setiap calon.

"Kita punya harapan pemilu 2024 hasilnya tidak seperti sebelumnya sampai 30 hari lebih. Dan upaya mencapai itu tidak bisa dilakukan saat 2024, namun harus dari sekarang," katanya.

"Maka kita mulai, penerapan SIREKAP untuk Pilkada Serentak untuk 2020 ini. Dan sekarang kita lakukan simulasi, ini simulasi yang ketiga, diharapkan semakin baik, dan akan dilakukan intensif dalam dua bulan ke depan," paparnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya KPU memiliki sistem yang bernama SITUNG (Sistem Informasi Penghitungan Suara). SITUNG menampilkan hasil rekapitulasi nasional berdasarkan hasil penghitungan suara di tingkat kecamatan.

Sementara, SIREKAP merupakan sistem informasi yang merekap formulir C.KWK atau berita acara pemungutan dan penghitungan suara di setiap tempat pemungutan suara (TPS). C.KWK tersebut dipotret dan kemudian diunggah melalui aplikasi SIREKAP.

Simak juga video 'Mendagri Tegur 53 Calon Kepala Daerah Petahana Lantaran Bikin Kerumunan':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)