Bupati Lebak Ngamuk di Paripurna, Anggota Dewan yang Dimarahinya: Kaget, Aneh!

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 15:35 WIB
Bupati Lebak marah-marah viral di sidang paripurna
Foto: Tangkapan layar video viral
Lebak -

Bupati Lebak Iti Octavia marah-marah pada anggota dewan dalam rapat paripurna. Wakil Ketua Fraksi PPP DPRD Lebak Musa Weliansyah yang dimarahi bupati mengaku kaget.

"Kalau ngobrolnya ke saya, kawan-kawan juga semua DPRD pada kaget, aneh. Mungkin ada masalah lain atau bagaimana," kata Musa kepada detikcom, Selasa (8/9/2020).

Musa merupakan orang yang disebut-sebut dan ditunjuk-tunjuk oleh Iti saat aksi mencak-mencaknya di atas podium. Ia sendiri mengaku kaget dan menurutnya interupsi yang ia sampaikan normatif soal prosedur pemulangan jenazah Ketua DPRD Lebak yang meninggal di Tangerang Dindin Nurohmat.

"Apa yang saya sampaikan normatif dan saya tidak minta jawaban hanya koreksi, evaluasi ke depan supaya tidak terulang. Beliau marah-marah karena merasa seolah beliau sudah melayat, yang kita persoalkan bukan melayat, tapi ketua DPRD meninggal terlepas meninggalnya karena apa bukan ranah kita. Paling tidak penghormatan pemda harus memfasilitasi," ujarnya.

Karena saat dibawa dari Tangerang, jenazah dibawa oleh ambulans milik Desa Sindang Mulya. Paling tidak menurutnya, jenazah ketua DPRD dikawal baik oleh Dinas Perhubungan, Satpol PP atau meminta bantuan ke kepolisian dari rumah sakit ke rumah duka.

Ia juga bingung saat dituduh bupati jadi orang yang selalu mendiskreditkan dan mencari panggung. Kritik yang disampaikan di paripurna soal program disabilitas dan penyandang catat justru bentuk kecintaan pada pemerintah Lebak. Kritik itu dianggap biasa dan bukan mendiskreditkan bupati.

"Makanya saya kaget saya mendiskreditkan, seolah-olah saya mencari panggung sementara kita sadar ini dalam situasi berduka. Karena saya mendorong itu saya merasa sahabat rekan pimpinan saya bagaimana besok atau lusa terjadi ke kami," ujarnya.

Saat bupati marah, ia sendiri sebetulnya ingin bicara. Namun saat itu tidak ada kesempatan bicara apalagi saat dituduh mencari panggung dan mendiskreditkan bupati.

Atas sikap itu, menurutnya bupati Lebak marah-marah adalah biasa. Biarkan publik dan masyarakat Lebak menilai karena itu adalah karakter bawaanya. Gaya komunikasi Iti juga selama ini selalu seperti itu. Yang jelas, ia sendiri tetap akan melakukan koreksi dan kritik jika pemerintah daerah melakukan kekeliruan.

"Kalau bicara marah-marah beliau sering marah. Mungkin karena karakter saja, gaya komunikasi beliau seperti itu. Kalau bicara etis mungkin teman-teman bisa menyimpulkan apakah etis atau tidak, karena itu di forum rakyat siding paripurna,"tandasnya.


Sementara, Wakil Ketua DPRD Lebak Nana Sumarna enggan berkomentar mengenai aksi marah-marah bupati. Ia merasa tak perlu melakukan statemen karena aksi marah-marah bupati bukan ditujukan ke DPRD namun ke anggota dari fraksi PPP Musa Weliansyah.

"Beritanya jangan menanggapi itu geh, santai-santai aja karena itu (aksi marah bupati) bukan fokus ke DPRDnya, itu pada Pak Musanya, jadi bukan pada DPRDnya jadi saya nggak harus komen lagian yang dilontarkan bisa didenger, kan, seperti itu," ujarnya.

(ern/ern)