Keren! Warga Sumedang Berhasil Olah Sampah Plastik Jadi Minyak

Muhamad Rizal - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 13:42 WIB
Warga Sumedang ubah sampah jadi minyak,
Foto: Warga Sumedang berhasil ubah sampah jadi minyak (Muhamad Rizal/detikcom).
Sumedang -

Warga Desa Legok Kidul, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat berhasil mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak untuk kompor. Lewat tangan dingin sejumlah warga sampah yang tadinya hanya menjadi polusi kini lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

Ketua Tim Pengelolaan Sampah Desa Legok Kidul Iwan Kustiawan menuturkan untuk menghasilkan minyak pihaknya memilah sampah terlebih dahulu. Sampah plastik dikumpulkan kemudian dimasukkan ke dalam alat pengolahan.

"Selain menghasilkan minyak, sampah yang sudah didaur ulang dibersihkan dan dijual ke pengepul yang biasa menampung barang rongsok," ucap Iwan, saat ditemui di Kantor Desa Legok Kidul, Selasa (8/9/2020).

Untuk memanfaatkan bahan bakar dari sampah ini pemerintah desa menyiapkan alat yang sudah dirancang dengan bahan seadanya. Dimulai dari botol bekas hingga selang yang dibentuk menyerupai selang kompor gas.

Setelah semua alat dan bahan sudah disiapkan, barulah proses kompor berbahan minyak dari sampah ini bisa dinyalakan seperti kompor gas pada umumnya. Hanya saja, lamanya api dari bahan bakar ini tidak bisa bertahan lama, maka diperlukan lebih banyak lagi minyak dari sampah ini agar api yang menyala tidak cepat mati.

"Kami dipercaya oleh pemerintah desa sebagai tim pengelola sampah untuk mengolah melalui penyulingan sehingga hasil permentasinya menghasilkan minyak sebagai bahan bakar," ucapnya.

Sementara itu, Pejabat Kepala Desa Legok Kidul Iswanto mengatakan proses untuk menghasilkan minyak dari sampah ini memang tidak mudah. Tapi, berkat keuletan dan ketelatenan tim pengelola sampah Desa Legok Kidul, akhirnya sampah yang dianggap tidak berguna bisa bisa bermanfaat bagi warga.

Iswanto menyebutkan, pengelolaan dan pengolahan sampah di wilayah Desa Logok Kidul ini sudah berjalan cukup lama. Dengan memanfaatkan teknologi tepat guna akhirnya dapat menciptakan inovasi baru dengan menghasilkan minyak dari olahan sampah.

"Alhamdulillah kami dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomis, di antaranya hasil dari olahan sampah tersebut adalah minyak yang dapat dijadikan sebagai bahan bakar kompor," kata Iswanto saat ditemui di Kantor Desa Legok Kidul, Selasa (8/9/2020).

Untuk proses pembuatan bahan bakar minyak ini, kata Iswanto tim pengelola sampah Legok Kidul memulai dengan memungut sampah ke setiap rumah warga. Setelah itu, sampah dikumpulkan di tempat penampungan akhir.

"Setelah itu, sampah yang sudah dikumpulkan dan dibersihkan dilakukan penyulingan sebaik mungkin, hingga hasil permentasinya bisa menghasilkan minyak sebagai bahan bakar," katanya.

Di lokasi yang sama, Camat Paseh Beni Satriaji mengaku dengan adanya inovasi dalam hal pengelolaan dan pemanfaatan sampah ini bisa berdampak baik bagi masyarakat dan lingkungan.

"Ada dampak sosial dan juga bisa mendisiplinkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, sehingga lingkungan tempat tinggal tertata dan bersih," katanya.

Sementara untuk nilai ekomonisnya kata Beni, sampah itu yang bisa didaur ulang, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi. Untuk selebihnya, bisa disuling dan menghasilkan minyak sebagai bahan bakar kompor.

(mso/mso)