Kini Dokumen Kependudukan di Ciamis Diantar Pak Pos ke Rumah Warga

Dadang Hermansyah - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 12:13 WIB
Pak Pos kirimkan dokumen kependudukan ke rumah warga di ciamis
Foto: Dadang Hermansyah
Ciamis -

Pemkab Ciamis terus berupaya menekan kasus positif COVID-19, salah satunya mencegah kerumunan di kantor pelayanan. Karena itu, kini dokumen kependudukan seperti KTP diantar langsung ke rumah warga.

Dalam mengantarkan dokumen kependudukan itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Ciamis kerjasama denga PT Pos Indonesia. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya meluncurkan layanan ini di halaman Pendopo, Jumat (4/9/2020).

Herdiat mengatakan layanan ini merupakan bentuk upaya pemerintah mencegah penyebaran COVID-19. Warga Tatar Galuh tak perlu datang lagi ke Disdukcapil untuk membawa dokumen kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga atau lainnya.

Kantor layanan memiliki potensi rawan penyebaran COVID-19, di mana hampir setiap hari masyarakat berkerumun dalam satu tempat. Meskipun saat proses pelayanan ini menjalankan protokol kesehatan seperti pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan.

"Alhamdulillah saat ini Pemkab Ciamis kerjasama dengan PT Pos. Pak Pos membantu dalam mengantarkan dokumen kependudukan kepada masyarakat. Tapi tetap dalam menjalankan tugasnya, petugas juga harus memperhatikan protokol kesehatan," ujar Herdiat.

"Langkah ini kita lakukan untuk sama-sama menekan angka konfirmasi positif COVID-19 di Ciamis. Semoga Ciamis ke depan bebas COVID-19. Saya ingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan," tambah Herdiat.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Ciamis Agus Ali Akbar menyebut lebih dari 26 ribu dokumen yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Terdiri dari KTP, Kartu Keluarga, KIA dan akta kelahiran.

"Semuanya akan diantarkan ke rumah warga langsung sesuai alamat di 27 Kecamatan," katanya.

Kepala Kantor Pos Ciamis Egia Rizky menambahkan, ini merupakan layanan sinergitas antara POS dan Pemkab Ciamis dalam mengirimkan dokumen. Kantor Pos hadir untuk memberikan solusi pelayanan kepada masyarakat.

"Masyarakat tidak ditarik dana lagi ongkos kirim alias gratis. Ini sebagai inovasi baru. Masyarakat senang hanya tunggu di rumah Saja. Layanan ini sebelumnya Ki telah uji coba selama sebulan. Sekarang mulai diluncurkan," ujar Egia.

Egia menyebut petugas Pos akan langsung menyampaikan dokumen kependudukan ke pemiliknya. Namun apabila 2 kali tidak diterima oleh pemilik dokumen, petugas akan menitipkan dokumen itu di kantor pemerintahan desa setempat, minimal ke Ketua RT.

"Jadi kita Antarkan, kalau tidak ada dibawa lagi. Kemudian besoknya kita antarkan lagi, kalau tidak ada baru kita titip ke Ketua RT. Target berapa yang dikirim tergantung dari Disdukcapil, kalau misalkan ada 1.000 dokumen, kita akan maksimalkan hari itu juga dikirim," pungkasnya.

(ern/ern)