Soal Penyerangan Polsek Ciracas, Pangdam Siliwangi: Jangan Terprovokasi!

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 09:50 WIB
Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugrojo Budi Wiryanto
Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugrojo Budi Wiryanto (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Pangdam III Siliwangi Mayjen Nugroho Budi Wiryanto mengingatkan para prajurit TNI di Jawa Barat untuk tidak mudah terprovokasi berita hoaks. Hal ini menyusul insiden penyerangan Polsek Ciracas yang dipicu hoaks Prada MI.

"Seluruh personel Kodam III/Siliwangi jangan mudah terprovokasi, jangan mudah terhasut dengan berita-berita yang belum tentu kebenarannya atau hoaks. Bila ada berita-berita yang belum tentu kebenarannya harus dapat mencerna informasi dengan sebaik baiknya, selalu cek kroscek, selalu cek berulang kali supaya yakin benar sehingga tidak akan salah pada pengambilan suatu keputusan. Dan bijak dalam bermedia sosial tidak boleh berbohong baik bicara maupun menulis," ucap Pangdam dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Rabu (2/9/2020).

Hal itu diucapkan Nugroho di depan prajurit TNI di markas Yonif 320/BP Banten. Nugroho menyampaikan hal tersebut berkaitan insiden penyerangan Polsek Ciracas.

"Kita semua bersaudara kita semua satu kesatuan TNI/Polri, Pemda, masyarakat umum satu satuan tidak boleh ada gesekan. Kita harus lebih bijak menghadapi situasi bila menerima berita-berita yang belum tentu kebenarannya sehingga mudah tersulut emosi. Kejadian yang lalu di Jakarta Timur tidak boleh terjadi di wilayah Banten maupun di wilayah Kodam III/Siliwangi," tuturnya.

Nugroho menambahkan para prajurit TNI juga diminta untuk memupuk persaudaraan terlebih dengan instansi Polri. Kemampuan yang dimiliki TNI, kata Nugroho, diharapkan bisa digunakan dengan hal-hal positif.

"Pelihara dan asah terus kemampuan dengan berlatih di bidang kemiliteran lainnya. Namun, untuk kemampuan bela diri yang dimiliki oleh seluruh prajurit, harus digunakan untuk kepentingan negara melawan musuh-musuh negara dan tidak boleh digunakan hal-hal yang lain. Bukan untuk melawan kawan maupun untuk saudara-saudara kita," katanya.

Seperti diketahui, kabar bohong dari Prada Ilham merupakan sumber dari peristiwa penyerangan markas Polsek Ciracas. Masalah ini berawal pada Kamis (27/8). Prada Ilham, yang merupakan anggota Satuan Direktorat Hukum TNI Angkatan Darat (AD), mengendarai sepeda motor dan melaju di kawasan Ciracas.

Di tikungan Jl Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, pertigaan lampu merah Arundina, Prada Muhammad Ilham hendak menyalip kendaraan di depannya, tapi gagal. Karena kurang konsentrasi, Prada Ilham mengalami kecelakaan tunggal alias terjatuh sendiri dari sepeda motor di tikungan.

Dia terluka dan berkabar kepada teman-teman tentaranya. Anehnya, Prada Ilham tidak mengabarkan peristiwa malam itu sebagai kecelakaan tunggal. Prada Ilham memilih mengarang cerita: dirinya dikeroyok. Hoax dikabarkan Prada Ilham ke teman-teman angkatan 2017.

Tak hanya menyebar kabar hoax, Prada Ilham juga membumbui info beracun itu dengan kalimat karangan yang mencoreng citra TNI.

Pihak TNI mengecek kepada para saksi untuk membuktikan apa benar Prada Ilham dikeroyok orang pada Kamis (27/8) malam. Sembilan saksi warga sipil dimintai keterangan. Fakta terungkap: Prada Ilham berdusta. Kecelakaan tunggal tersebut juga dibuktikan dengan rekaman gambar CCTV dari salah satu toko di sekitar lokasi kejadian.

(dir/mud)