Round-Up

Perusakan Poster Rizieq di Balik Kasus Molotov ke Markas PDIP Bogor

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 26 Agu 2020 08:10 WIB
Tersangka pelemparan bom molotov ke markas PDIP di Kabupaten Bogor.
Tujuh pelempar molotov ke markas PDIP Bogor (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Polisi mengungkap alasan dibalik pelemparan bom molotov ke markas PAC PDIP Cileungsi, Kabupaten Bogor. Perusakan poster habib Rizieq Syihab jadi memancing emosi tujuh orang pelaku pelemparan.

Alasan itu terlontar dari tujuh orang pelaku yang sudah diamankan polisi. Ketujuh orang tersebut di antaranya AS (25) (LPI Cileungsi), M (26), AS (32), S (35) (Anggota LPI Gunung Putri), NM (23), MRR (21), AK (24).

"Sampai dengan saat ini pemeriksaan tersangka ini karena ada emosi dari masing-masing pribadi atas awal kali terjadinya pembakaran foto di Gedung DPR RI," ujar Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (25/8/2020).

Saat ditegaskan terkait foto yang dimaksud, Roland membenarkan foto yang dimaksud tersebut ialah foto habib Rizieq Syihab.

"Foto habib Rizieq," katanya.

Roland menyebut ketujuh tersangka tersebut dilakukan dalam dua hari berturut-turut mulai Kamis pekan lalu. Mereka ditangkap di empat lokasi berbeda.

"Proses penangkapan selama dua hari dimulai pada kamis kemudian kita lakukan pengembangan. Ada di empat lokasi, di Bogor," katanya

Sementara itu Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan masih ada pelaku lainnya dalam aksi tersebut. Polisi tengah mendalami dan mengejar pelaku lainnya.

"Jadi jumlahnya cukup jelas, ini CCTV merekam, ini belum tertangkap semuanya, berapapun jumlahnya, kita akan tuntaskan," kata Rudy.

"Dengan adanya kejadian di Cileungsi ini, mudah-mudahan tidak ada pelaku lain yang mencoba untuk melakukan pelemparan bom molotov lagi di wilayah hukum Jawa Barat, karena siapapun pelakunya kita ungkap," ujar Rudy menambahkan.

Saat ini ketujuh tersangka tersebut sudah ditahan di Mapolres Bogor. Mereka dijerat Pasal 187 dan 406 KUHP. Ancaman hukumannya mencapai belasan tahun penjara.

(dir/mud)