Pantau Kerawanan Pilkada, Kodam III Siliwangi Gunakan Aplikasi SPIT

Yudha Maulana - detikNews
Minggu, 16 Agu 2020 18:15 WIB
Anggota Kodam III Siliwangi tengah menggunakan aplikasi SPIT.
Anggota Kodam III Siliwangi tengah menggunakan aplikasi SPIT (Foto: Istimewa).
Bandung -

Kodam III Siliwangi akan turut memastikan pelaksanaan Pilkada 2020 di Jawa Barat berlangsung dengan aman dan kondusif. Salah satu cara yang digunakan untuk menciptakan tujuan tersebut, ialah dengan memantau lewat aplikasi Sistem Pelaporan Informasi Terpadu (SPIT).

Dengan menggunakan aplikasi SPIT, nantinya para Babinsa di tingkat desa/kelurahan bisa melaporkan berbagai informasi melalui ponselnya ke Makodam secara real time. Termasuk melaporkan peta kerawanan konflik dampak perbedaan pandangan politik.

Dandeninteldam III/Siliwangi Mayor Inf Robil Saifullah mengatakan, informasi bisa diterima dalam waktu hitungan detik. Hal itu akan mempercepat proses penentuan kebijakan oleh pimpinan, terhadap suatu temuan.

"Instruksi dari panglima bisa langsung sampai ke satuan bawah, misal sial pemetaan daerah rawan konflik, warna-warnanya akan keluar dari sekian kabupaten kelompok pendukung anu di sini, lalu kemudian langkah seperti apa yang harus disiapkan seperti itu," ucap Robil kepada detikcom, Minggu (15/8/2020).

Namun menurutnya, pemilihan kepala daerah di Jawa Barat cenderung lebih aman dari gangguan keamanan dan ketertiban. "Kalau di Jabar ini cenderung lebih aman ya, paling kampanye negatif saja di dunia siber yang kami perhatikan," ucapnya.

Aplikasi ini juga digunakan untuk memantau kasus COVID-19 dan distribusi bantuan sosial. Menurutnya, data yang dimasukkan oleh para Babinsa di lapangan bisa menjadi bahan masukan bagi para pemangku kebijakan, khususnya dalam hal penanganan wabah dan dampaknya.

"Laporan dari Babinsa kalau kita ambil rata-rata, hampir 10 ribu perpekan. Satu laporan kejadian terkait COVID-19, bansos, mungkin ke depannya akan mencakup ideologi, sosial dan lainnya, dengan aplikasi ini membantu kami memilah-milah," ucap Robil.

Waasintel Kodam III Siliwangi Letkol Endang Sumardi menambahkan, keberadaan SPIT mempermudah proses kategorisasi pelaporan dari Babinsa ke pimpinan. Ia berharap, dashboard aplikasi ini bisa dimanfaatkan juga untuk memetakan peta rawan bencana di Jabar.

"Ya kami berterima kasih kepada Pak Petrus yang sudah mengembangkan aplikasi ini, ini salah satu bentuk bela negara. Selain itu servernya juga ada di kita, jadi enggak ada istilah numpang-numpang server dari luar," ujarnya.

Tonton juga video '456 Pegawai ASN Dilaporkan Melakukan Pelanggaran Netralitas':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/mso)