Kasus Corona Klaster Rumah Tangga di Kota Bogor Bertambah Jadi 108 Orang

M. Sholihin - detikNews
Sabtu, 15 Agu 2020 20:40 WIB
Poster
Ilustrasi pandemi Corona. (ilustrator: Edi Wahyono)
Bogor -

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bogor mencatat ada 12 kasus baru positif Corona di Kota Bogor pada Sabtu (15/8/2020). Dari 12 kasus baru tersebut, 10 di antaranya berasal dari klaster rumah tangga.

"Ada 12 kasus baru positif COVID-19 hari ini. Rinciannya, satu orang kategori (klaster perkantoran), satu orang non-klaster, dan 10 orang dari klaster rumah tangga," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bogor Dedie A Rachim, Sabtu (15/8/2020) malam.

Dengan tambahan 10 kasus baru ini, menurut Dedie, total angka kasus positif Corona dari klaster rumah tangga atau keluarga menjadi 108 orang. Dedie merinci tambahan kasus positif Corona dari klaster rumah tangga atau keluarga hari ini antara lain 2 perempuan dari keluarga di Kedung Badak, 1 lelaki dan 2 perempuan dari Katulampa, 3 perempuan dan 2 lelaki dari keluarga di Cibuluh.

Sementara itu, berdasarkan catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bogor, hingga hari ini total jumlah orang yang positif Corona sebanyak 397 orang. Rinciannya yaitu sembuh sebanyak 239 orang, meninggal 29 orang dan yang masih dalam perawatan dan pengawasan sebanyak 135 orang.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengingatkan untuk selalu waspada dan hati-hati terhadap penularan virus Corona yang terjadi di dalam keluarga.

Saat ini ada 24 keluarga di Kota Bogor yang menjadi sumber penularan virus Corona. Bahkan, ada 22 kasus positif Corona yang berasal dari satu keluarga di Kota Bogor.

"Saat ini pemerintah Kota Kogor mencatat ada 24 keluarga yang menjadi sumber penularan kasus. Bahkan ada satu keluarga yang anggota keluarganya positif (Corona) ada 22 orang. Jadi hati-hati betul untuk selalu membersihkan diri dan selalu menjaga jarak," kata Bima Arya dikonfirmasi, Jum'at (14/8).

Bima menyebut, sampai saat ini ada 98 kasus positif Corona yang berasal dari 24 keluarga di Kota Bogor. Namun menurutnya, virus Corona yang kemudian menyebar di lingkungan keluarga ini berasal dari luar Kota Bogor.

"Sebagian besar, kalau kita dalami penularannya berasal dari luar kota. Jadi bagi anda yang pulang bepergian dari luar kota apalagi dari daerah yang rawan, usahakan untuk waspada dan hati-hati," kata Bima.

Tonton juga 'Bos Restoran di Bogor Diduga Terpapar saat Resepsi Pernikahan':

[Gambas:Video 20detik]

(bbn/bbn)