Jabar Hari Ini: Viral 'Tol Dago' Bandung-2 Gadis Cekik Mati Seorang Nenek

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 19:57 WIB
Portal berbayar Jalan Tol Dago di Bandung hanya berlaku untuk mobil
Viral portal berbayar di Dago Bandung (Foto: Wisma Putra/detikcom).
Bandung -

Hujan deras yang mengguyur Bandung Raya menyebabkan genangan air di Jalan Tol Purbaleunyi, akibatnya kemacetan kendaraan sepanjang 4 kilometer tak terelekan pada Rabu (12/8/2020).

Di Tasikmalaya, bayi laki-laki yang diduga akan diperdagangkan di Kecamatan Ciawi wafat hari ini. Bayi itu meninggal karena mengalami gangguan kesehatan. Sementara itu, polisi membekuk dua gadis pencuri yang mencekik mati seorang nenek di Majalengka.

Apa saja yang terjadi di Jabar Hari Ini ? berikut ulasannya :

Viral 'Tol Dago' di Bandung

Kendaraan roda empat yang melintas di jalan Perumahan Citra Green Dago, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung harus membayar Rp 3.000. Kenapa?
Portal berbayar itu mendadak viral di media sosialisasi (medsos) setelah dibagikan Instagram Instagram @bdg.info.

detikcom langsung mendatangi portal berbayar seperti yang ada di foto tersebut. Portal itu ada dua, disimpan di pintu masuk dan keluar perumahan itu atau bisa diakses dari Jalan Dago Kota Bandung dan Punclut Bandung Barat.

Hanya kendaraan roda empat yang dikenai tarif berbayar Rp 3.000, sedangkan untuk kendaraan roda dua tidak.

"Motor tidak hanya mobil saja," kata salah satu petugas portal Taryana kepada detikcom, Rabu (12/8/2020).

Selain itu, tarif tersebut diberlakukan untuk pengendara di luar warga setempat.

"Mobil sini mah ada kartunya," ujarnya.

Taryana menyebut, aturan itu dikeluarkan oleh pengembang perumahan tersebut karena jalan tersebut bukan jalan umum. "Bukan jalan umum, ini jalan perumahan," tambahnya.

Menurutnya, setiap akhir pekan jalan tersebut ramai dilintasi karena digunakan sebagai akses jalan alternatif bagi warga yang hendak berwisata ke kawasan Punclut Bandung Barat dari Kota Bandung.

Selain itu, pengguna jalan juga bisa menghemat waktu perjalanan dengan melintas di jalan tersebut. "Kalau muter jauh, jadi banyak yang melintas ke sini kalau akhir pekan," tuturnya.

Menurutnya, hasil tarif tersebut digunakan untuk perbaikan jalan. "Buat perbaikan jalan, inikan bukan jalan umum," jelasnya.

Sekda Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, keberadaan portal berbayar itu harus sesuai aturan.

"Yang jelas, tindakan-tindakan yang melakukan pungutan yang memberatkan warga masyarakat atau menimbulkan dampak kepada masyarakat tentunya itu harus sesuai regulasi yang ada," kata Ema di Balai Kota Bandung, Rabu (12/8/2020).

Menurutnya keberadaan portal berbayar itu harus memiliki izin dari pemerintah."Nanti mereka berlindung dibalik regulasi apa? Karena jalan itu jalan umum atau bukan. (kalau) Jalan perumahan kan sekarang ada Perda, Pasos dan Pasum mutlak dan wajib diserahkan kepada pemerintah," ungkapnya.

Seperti diketahui, saat detikcom mendatangi portal parkir tersebut terdapat surat izin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang diperuntukkan:

1. Mengelola/ Menyelenggarakan Tempat Parkir untuk Umum di Gedung/ Pelataran/ Tempat Parkir. TEMPAT PARKIR DI GEDUNG PELATARAN TAMAN PARKIR GREEN HILL Jalan Citra Green Komplek Alegri Altura Blok M5 No. 00 Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung.

2. Melaksanakan kegiatan usaha tersebut di atas dengan mematuhi ketentuan sebagai tercantum pada halaman belakang surat izin ini.

Meski sudah memiliki izin parkir kawasan, Ema menyebut izin tersebut berbeda dengan portal berbayar itu.

"Kalau izin parkir beda dengan izin istilahnya masuk keluar. Makannya siapapun juga taati substansi dari izin itu seperti apa," pungkasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4