Sempat Terpuruk, Pendapatan Pajak Kendaraan di Jabar Merangkak Naik

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 18:55 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Pendapatan Jawa Barat di sektor pajak kendaraan mulai bergerak naik. Badan Pendapatan Daerah Jawa Barat (Bapenda Jabar) mencatat, realisasi pendapatan di Jabar sempat merosot tajam pada April-Mei 2020 dengan pendapatan terendah mencapai Rp 470 miliar.

Kepala Bapenda Jabar Hening Widiatmoko mengatakan, realisasi pendapatan di Jabar sektor pajak kendaraan di Jabar bersifat fluktuatif. Pada Januari-Maret sebelum pandemi, pendapatan mencapai Rp 707 miliar, kemudian turun menjadi Rp 631 miliar ketika pandemi mulai merebak.

"Dan selama 2 bulan pada April-Mei hanya mencapai Rp 470 miliar. Naik lagi di bulan Juni Rp 643 miliar, kemudian di Juli sudah Rp 738 miliar," kata Hening dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/8/2020).

Virus Corona sempat memberikan pengaruh negatif kepada pendapatan sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) I dan II. Target pendapatan dari daerah yang menerapkan PSBB paling awal, seperti wilayah Bandung Raya dan Bodebek pun limbung.

"Triwulan I 2020 itu masih aman tidak tergerus. Tapi mulai PSBB Bodebek di 15 April penurunan tajam terjadi, Bodebek itu kan kantong pendapatan kita yang gede-gede," ucap Hening.

"Ada lagi faktor eksternal, Gaikindo ikut terpukul karena industri otomotif periode itu berhenti produksi, akibatnya penjualan kendaraan baru turun," tambahnya.

Akan tetapi, relaksasi PSBB membuat pendapatan dari sektor pajak kembali bergeliat. Hening akui, selama masa pandemi ini pembayaran pajak lewat e-Samsat dan aplikasi Samsat Jebret menjadi alternatif pembayaran pajak yang cukup digemari.

"Ditambah program triple untung bebas denda, instruksi Kapolri ada perpanjangan sampai akhir Juli. Program itu awalnya hanya sampai April kami perpanjang," ujarnya.

Sejak Juni, pendapatan kembali pulih per harinya ke angka 0,30% dari target. Diskon pajak dan denda pajak pun kini diperpanjang hingga akhir tahun 2020.

"Kini kondisinya bahkan sudah mencapai 0,40%. Istimewa, masyarakat itu meski terdampak ekonomi, tetap mau membayar pajak," katanya.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat melaporkan kepada Presiden Joko Widodo bahwa terjadi anomali pada pembayaran pajak kendaraan oleh masyarakat di Jawa Barat saat masa pandemi COVID-19.

"Ini ada anomali, yang bayar pajak mengalami kenaikan. Ini karena kita mempermudah pembayaran pajak lewat e-Samsat," ujar Ridwan Kamil di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung.

Tonton video 'Imbas Corona, Polri Hapus Denda Pajak Kendaraan Sampai Mei':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/mso)