Pandemi COVID-19

Pemkot Sukabumi Verifikasi 58 Sekolah Jelang KBM Tatap Muka

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 11 Agu 2020 10:16 WIB
Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi
Wali Kota Sukabumi Achamd Fahmi (Foto: Istimewa).
Sukabumis -

Pemerintah Kota Sukabumi melakukan sejumlah persiapan jelang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di tengah pandemi COVID-19. Salah satunya melakukan survey dan verifikasi puluhan sekolah tingkat SMA negeri dan swasta, SMK, MA hingga SLB di Kota Sukabumi.

Berdasarkan surat pemberitahuan yang dikeluarkan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi ada 58 sekolah yang akan diverifikasi untuk menggelar KBM tatap muka. Dalam surat tersebut, terlampir beberapa instrumen penilaian terhadap sekolah yang akan diverifikasi.

"Betul kita akan melakukan verifikasi mulai hari ini hingga Jumat (14/8) nanti. Ini merupakan verifikasi kedua setelah sebelumnya dilakukan oleh KCD dan Kementerian Agama," kata Fahmi saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (11/8/2020).

Hasil verifikasi awal atau yang pertama oleh KCD dan Kementerian Agama tersebut kemudian diserahkan dalam bentuk pengajuan ke Gugus tugas. Setelah itu dilakukan verifikasi kedua oleh gugus tugas melibatkan beberapa unsur mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, PGRI, Dewan Pendidikan.

"Hasilnya nanti, yang lulus verifikasi bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka, yang belum lulus verifikasi mereka diminta untuk diminta melengkapi kekurangan kalau ingin melakukan tatap muka," jelas Fahmi.

"Nanti ada indikator, nanti tim akan membawa indikatornya. Mereka periksa sarana prasarananya, mereka periksa protokol kesehatan kemudian mereka melakukan swab kepada guru yang akan melaksanakan proses pembelajaran," sambung Fahmi.

Berdasarkan lampiran dalam surat pemberitahuan, terdapat 8 indikator penilaian. Mulai dari pihak sekolah yang menyiapkan Tim Satgas COVID-19, koordinasi, sarana penunjang protokol kesehatan, pemetaan warga satuan pendidikan seperti guru dan siswa yang berasal dari luar kota serta riwayat kesehatan masing-masing guru atau siswa.

Tidak hanya itu, 7 tim yang beranggotakan sebanyak 35 orang itu juga akan melihat apakah sekolah yang diverifikasi memasang banner, spanduk soal penerapan protokol kesehatan kemudian fasilitas KBM tatap muka dan jarak jauh secara bersamaan dan yang terakhir soal disinfeksi dan kebersihan lingkungan sekolah.

(sya/mso)