Cerita Seorang Driver Ojol di Bandung Jadi Relawan Vaksin Sinovac

Siti Fatimah - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 13:38 WIB
Ilustrasi Vaksin COVID-19 Sinovac (Photo by NICOLAS ASFOURI / AFP)
Ilustrasi vaksin (Foto: AFP/NICOLAS ASFOURI)
Bandung -

Fadly Barijadi Kusuma (32), salah satu dari ribuan relawan yang mendaftar dalam uji klinis vaksin Sinovac. Pekerjaan sebagai ojek online (ojol) membuatnya merasakan dampak dari pandemi COVID-19 ini sehingga itu yang menjadi motivasinya ikut terjun langsung sebagai relawan vaksin.

"Saya pengen ngebantu vaksin ini bekerja, kelebihan dan kekurangannya itu apa untuk warga yang lain. Karena kerasa juga sih dari Covid ini semuanya turun drastis dari yang jualan menengah ke atas sampai menengah ke bawah kerasa banget," kata Fadly kepada wartawan, Senin (10/8/2020).

Selama pandemi, dia mengaku khawatir terpapar tapi hal tersebut tidak jadi soal karena tuntutan pekerjaan begitupun dengan uji klinis vaksin ini. "Kalau kekhawatiran dari semenjak Covid karena saya driver online, itu ketakutan itu harus hilang, kalau saya gak keluar saya gak makan," ujarnya.

Dia menceritakan proses pemeriksaan yang dilakukannya hari ini di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Padjadjaran (Unpad) merupakan bagian dari proses rangkaian pemberian vaksinasi Sinovac.

"Dicek fisik dan kesehatan terus dijelasin dari mulai penelitiannya apa aja, kegiatannya apa aja, udah dicek langsung dites swab. Kalau udah lolos, nanti besok dateng lagi," ujarnya.

Dia menuturkan sudah mengetahui efek samping dari uji klinis vaksin yang akan disuntikkan ke tubuhnya. Selain mendapat jaminan kesehatan saat dalam masa uji, dia juga akan mendapatkan uang sekitar Rp 200 ribu.

"Kalau jaminan misalnya setelah disuntik saya ada apa-apa itu full ditangani dari rumah sakit mau apapun ya full, paling kalau masalah kompensasi sekitar 1 juta untuk lima kali datang. Jadi kalau sekali datang itu sekitar Rp 200 ribuan. Dapet uang buat kompensasi waktu dan ongkos transportasi," papar dia.

"Dari enam bulan itu lima kali dateng, nah satu bulan ini yang paling banyak. Besok dateng lagi nah setelah kunjungan besok dateng dua Minggu lagi setelah hari besok dua Minggu lagi," pungkasnya.

(mud/mud)