Round-Up

Berondongan Peluru di Mobil Ungkap Kematian Perampok di Purwakarta

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 08:39 WIB
Penemuan mayat pria luka tembak di dalam mobil hitam bernomor polisi T-1143-AG yang penuh dengan berondongan peluru menghebohkan warga Purwakarta.
Foto: Dian Firmansyah
Purwakarta -

Teka-teki identitas mayat pria yang berlumuran darah di dalam mobil si Purwakarta akhirnya terungkap. Pria yang tewas dengan luka berondongan peluru tersebut merupakan anggota kawanan perampok yang mencoba membobol sebuah ruko di Munjuljaya, Purwakarta. Ruko tersebut milik orangtua salahsatu anggota polisi.

Polisi menemukan kecocokan antara rekaman CCTV di salah satu ruko yang menjadi target pembobolan dan mayat yang ditemukan dalam kondisi tertelungkup dalam mobil tersebut.

"Pada Kamis jam 4 dini hari, kami dapat laporan bahwa ruko di Desa Munjuljaya dibobol oleh sekelompok orang gunakan Avanza hitam, kemudian tim bergerak ke lapangan dan saat di jalan berpapasan dengan kendaraan dicurigai pelaku yang membobol rumah itu," ujar Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Fitran Romajimah di Mapolres Purwakarta, Kamis (6/8/2020).

Akhirnya polisi menghadang mobil itu, tapi pelaku mengeluarkan tembakan sehingga terjadi tembak-menembak. "Pada saat dihadang, dari mobil pelaku keluarkan tembakan dan kami kejar, lalu terjadi baku tembak, tepat pertigaan Cigangsa bersangkutan hilang (hilang jejak)" ungkap Fitran.

Setelah kehilangan jejak, polisi mendapatkan informasi dari warga dan petugas lalu lintas bahwa ditemukan sebuah minibus berwarna hitam dengan ciri-ciri menyerupai target pencarian oleh petugas Satreskrim.

"Setelah itu kami menyisir dan jam 7 pagi dapat info lalin ditemukan kendaraan identik di Cikopak," terangnya.

"Saat kami ke TKP, ditemukan satu korban meninggal diduga pelaku yang ikut pembobolan di Desa Munjuljaya. Pelaku bernama AH, 30 tahun, warga Jakarta Utara," kata Fitran.

Dari rekaman CCTV yang dilihat detikcom, di rekaman itu terlihat sebuah minibus berwarna hitam terparkir di salah satu ruko di wilayah Munjuljaya, Purwakarta pukul 03.20 WIB, 6 Agustus.

Kemudian terlihat ada dua pelaku masuk ke area toko dengan memotong kunci pagar dan mencoba masuk ke dalam toko. Namun aksi pelaku itu diketahui oleh pemilik toko Eka Susanti. Mengetahui adanya upaya perampokan, dia langsung memberitahukan kepada anaknya yang merupakan anggota polisi di Polres Purwakarta.

"Jam 3 kurang 10 lah saya bangun, di rumah teh melihat (dari layar monitor CCTV) ada orang mencurigakan mau masuk. Pas bangun dilihatin dulu, saya bilangin ke anak saya polisi yang lagi enggak dinas (libur), de itu ada orang yang mau maling. Anak saya langsung nelpon Buser," kata Eka di Tokonya di Wilayah Munjuljaya, Jumat (07/08/2020).

Setelah itu, lanjut eka, aksi yang dilakukan kawanan rampok itu juga tepergok warga yang melintas di sekitar lokasi. Kawanan rampok itu langsung pergi setelah aksinya diketahui pemilik toko dan warga.

"Enggak lama dari situ ada orang pulang mancing berhenti di situ di depan mobil bangsatnya (maling) itu, pas depan mobil itu berhenti. Pelaku terus berangkat (kabur) di sana udah ada yang nyegat (anggota polisi yang akan melakukan pengecekan) langsung kabur lagi balik lagi ke sana ngejar sampai ke sana ke tangkapnya di Cikopak katanya," ungkap Eka.Eka tidak mengetahui adanya aksi tembak-menembak antara pelaku dengan polisi. Ia beserta keluarga langsung melakukan pemeriksaan di sekitar tokonya.

"Yang di rusak pintu doank sedikit, belum ngambil apa-apa dia keburu ada orang yang mau mancing jadinya keburu kabur," ujarnya.

Polisi Memanggil Pemilik Mobil

Polisi memanggil pemilik mobil yang digunakan perampok yang tewas dibrondong peluru, di Purwakarta. Dari hasil pemeriksaan ternyata mobil tersebut disewa kawanan perampok.

"Hari ini kita lakukan pemeriksaan pemilik kendaraan, ternyata mobil ini merupakan mobil sewaan yang sudah disewa oleh pelaku selama lima hari," kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Fitran Romajimah melalui pesan singkat, Jumat (7/8/2020).

Fitran menyatakan saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. Selain itu pihaknya tengah melakukan pengejaran kepada kawanan perampok lainnya yang berhasil melarikan diri.

"Sedang dikembangkan ke pelaku lainnya," ucapnya singkat.

Pemilik mobil Didi Supadi beserta saudaranya Naryo Prayitno datang memenuhi panggilan petugas untuk membuktikan keabsahan kepemilikan dan untuk kebutuhan proses penyelidikan.

Sebelum masuk ke ruangan pemeriksaan, Didi dan Naryo sempat memeriksa setiap sudut mobil yang kini terparkir di area parkir Satreskrim Polres Purwakarta.

Didi geleng-geleng kepala melihat kondisi mobilnya yang penuh lubang bekas peluru. Ia juga sempat melihat ke dalam mobil yang terdapat bercak darah.

"Yang sewa atas nama Herman. Tujuannya enggak bilang tapi untuk pertama kali sewa untuk jalan-jalan bareng keluarganya," kata Didi Supadi ditemui detikcom di Mapolres Purwakarta.

Didi menjelaskan pelaku sudah sering melakukan penyewaan di tempat rental miliknya. Sehingga dia percaya ketika pelaku melakukan perpanjangan penyewaan.

"Sebetulnya dia perpanjang-perpanjang sewanya, sewa dua hari perpanjang, dia mulai sewa tanggal 22 Juli sampai saat ini. Hampir dua Minggu, yang belum ada pembayaran itu 6 hari terakhir," ucapnya.

Didi sangat kecewa ketika mengetahui mobil miliknya digunakan pelaku untuk aksi kriminal. Ia menyediakan penyewaan kendaraan untuk kebutuhan yang baik.

Tonton juga 'Video Evakuasi Mayat dalam Mobil, Ternyata Perampok':

[Gambas:Video 20detik]

(yum/ern)