Warga Pulau Tunda Minta Pemkab Serang Perbaiki Layanan Kesehatan-Listrik

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 19:35 WIB
Pertemuan warga dengan Wabup Serang
Pertemuan warga dengan Wabup Serang (Foto: Istimewa).
Serang -

Beberapa warga Pulau Tunda di Kabupaten Serang mendatangi Wakil Bupati Pandji Tirtayasa meminta ada perhatian di bidang kesehatan dan listrik. Pasalnya di pulau tersebut minim fasilitas kesehatan termasuk listrik yang hanya menyala dari pukul 18.00 WIB-22.00 WIB.

Salah satu bidan bernama Musfiroh mengatakan, ia bekerja sendiri di Puskesmas pembantu (Pustu) dengan peralatan dan obat-obatan minim. Bahkan, ia pernah menggunakan uang pribadi untuk mengobati warga di pulau tersebut.

"Di sana kalau diceritakan sedih, karena obat-obatan kurang karena harus menggunakan uang pribadi," katanya di Serang, Banten, Kamis (6/8/2020).

Obat-obatan yang ada di Pustu dibatasi hanya untuk pengobatan ibu hamil dan melahirkan. Selain itu, jika ada warga sakit atau masalah kesehatan, fasilitas di sana masih minim. Ia yang juga pribumi di pulau tersebut katanya hanya dibantu oleh satu orang yang belum pengalaman.

Selain masalah kesehatan, pendamping warga Pulau Tunda, Kemuning mengatakan bahwa warga di sana minim fasilitas listrik. Padahal di sana ada 2 PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dan PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) yang tidak berfungsi. Sehingga warga hanya menikmati lisrik hanya beberapa jam dari sore hingga malam saja.

"Ini juga jadi permasalahan di berbagai hal di sana," katanya.

Untuk masalah listrik, Wakil Bupati Pandji mengatakan akan coba memperbaiki alat yang sudah ada. Anggaran coba akan disiapkan di tahun 2021.

"Sehingga masyarakat bisa menikmati listrik 24 jam, nanti kita coba anggarkan," ujarnya.

Soal kesehatan, jika fasilitas di sana kekurangan alat akan segera dikirim. Pihaknya meminta perwakilan warga membuat daftar kebutuhan obat dan kebutuhan lainnya.

"Makanya saya minta diinventarisir apa yang dibutuhkan segera kita kirim ke sana," ujarnya.

Selain masalah kesehatan, ada juga soal kurangnya tenaga pendidik. Pandji meminta perwakilan warga untuk memetakan kebutuhan guru termasuk soal honor yang akan diperbaiki ke depan.

Tonton video 'Kesal Dimintai Duit Belanja, Suami di Sumsel Tega Aniaya Istri!':

[Gambas:Video 20detik]



(bri/mso)