Dana Investasi Tak Dibalikin, Nasabah Kembali Geruduk Kantor Minna Padi Bandung

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 16:47 WIB
Nasabah PT Minna Bandung demo
Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung -

Sejumlah nasabah kembali menggeruduk kantor cabang PT Minna Padi Aset Manajemen (MPAM) Bandung. Mereka kembali menagih janji pengembalian dana usai 6 produk reksa dana perusahaan itu dilikuidasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pantauan detikcom, para nasabah tersebut datang berbondong-bondong ke kantor cabang PT MPAM yang beralamat di Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020). Namun ternyata, para nasabah tak bisa bertemu dengan perwakilan dari manajemen lantaran kantor tutup.

"Kami mau menagih lagi. Tapi ini belum ada surat sudah tutup. Harusnya menyampaikan ke nasabah, kirim surat. Ini nasabah kan kasihan korban waktu dan tenaga," ucap kuasa hukum mayoritas nasabah Benny Wullur.

Benny mengaku sampai saat ini nasabah belum mendapatkan pengembalian dana sesuai yang dijanjikan oleh perusahaan tersebut. Menurutnya, banyak nasabah yang merugi apalagi ditambah situasi pandemi COVID-19

"Kami ini meminta pertanggungjawaban atas kembalinya uang nasabah-nasabah ini. Karena mereka dirugikan banyak. Ada yang punya usaha tutup," tuturnya.

Benny bahkan mengancam akan menempuh upaya hukum apabila tidak ada pengembalian dana. Sebab, dia menduga ada unsur penipuan lantaran belum adanya pengembalian.

"Kami minta dalam tujuh hari kerja sudah masuk (pengembalian). Kalau tidak upaya hukum, kami minta tidak ada kurang. Harus sudah ada pembayaran," ujarnya.

"Terjadi dugaan pidana di sini penipuan. Saya bukan menuduh, dugaan penipuan, dugaan cuci uang. Karena reksa dana dilakukan, bunga tetap. Itu tidak boleh. Nasabah dibujuk rayu taruh uang, ada dugaan penipuan, kemudian uang digunakan lagi bikin perusahaan lagi," kata dia menambahkan.

Upaya para nasabah untuk bertemu dengan manajemen tak membuahkan hasil. Sebab, kantor cabang PT MPAM dalam keadaan tutup. Mereka pun hanya bertemu dengan penjaga kantor dan meminta agar disampaikan keinginan mereka untuk bertemu pimpinan cabang PT MPAM.

"Nanti akan saya kasih tahu, saya cuma jaga doang," kata pria yang mengaku sebagai penjaga kantor itu kepada para nasabah.

Sebelumnya juga puluhan nasabah sudah pernah menggeruduk kantor cabang PT MPAM. Mereka menagih pengembalian dana investasi mereka yang disimpan di perusahaan tersebut.

Mereka saat itu ditemui oleh dua orang perwakilan dari kantor cabang PT MPAM Bandung. Para nasabah ini meminta kepastian pendistribusian dana investasi tersebut.

Adapun 6 produk reksa dana yang dilikuidasi OJK pada Oktober 2019 tersebut di antaranya Reksa Dana Minna Padi Keraton II, Property Plus, Pasopati Saham, Pringgondani Saham, Amanah Saham Syariah dan Hastinapura Saham.

Manajemen MPAM dalam keterangan resminya, Selasa (23/6/2020) lalu menjelaskan, pihaknya telah melayangkan surat pada OJK dengan nomor 075/CM-DIR/MPAM/V/2020. Isinya tentang kemungkinan dijalankannya proses pembagian hasil likuidasi tahap kedua kepada seluruh nasabah pemegang unit penyertaan dengan menyampingkan terlebih dulu kendala atas penyerapan sisa saham yang belum terjual.

"Nasabah incash akan menerima pembagian tunai dengan membagi seluruh net cash yang ada dalam reksadana secara proporsional. Sementara nasabah in kind akan menerima pembagian hasil likuidasi dalam bentuk saham," terang manajemen.

Namun menurut manajemen hingga saat ini pihak OJK belum membalas surat tersebut untuk memberikan tanggapan maupun arahan terkait skema yang diusulkan tersebut.

Lalu pada 11 Juni 2020, manajemen MPAM kembali mengirimkan surat kepada OJK dengan nomor 079/CM-DIR/MPAM/VI/2020 perihal permohonan persetujuan pelaksanaan lelang terbuka sisa saham hasil likuidasi. Hal itu dianggap sebagai upaya mencari solusi atas kendala dalam proses pembubaran dan likuidasi reksa dana.

"Kami tengah meminta persetujuan OJK untuk menjalankan proses lelang terbuka di luar mekanisme bursa efek, yakni penjualan saham melalui balai lelang independen yang ditunjuk," tulis manajemen.

(dir/ern)