Satgas COVID-19 Sebut Kepatuhan Protokol Kesehatan Masih di Bawah 50 Persen

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 13:09 WIB
Kepala Satgas penanganan covid di gedung pakuan
Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung -

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyebut tingkat kepatuhan masyarakat dalam penggunaan protokol kesehatan termasuk masker masih di bawah 50 persen. Meskipun masyarakat sudah paham akan protokol kesehatan.

Hal itu diungkapkan Doni saat rapat koordinasi dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung pada Kamis (6/8/2020). Doni mengungkapkan angka kepatuhan di bawah 50 persen tersebut berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga.

"90 persen masyarakat sudah mengetahui tentang pentingnya protokol kesehatan termasuk menggunakan masker. Namun, angka kepatuhan masih berada di bawah 50 persen berdasarkan survei dari sejumlah lembaga," ucap Doni.

Doni mengatakan saat ini penting bagi masyarakat saling mengingatkan satu sama lain terkait penggunaan protokol kesehatan khususnya masker. Dia mengajak masyarakat untuk bisa mengingatkan keluarga atau kerabat terdekat untuk mematuhi protokol kesehatan.

"Penting bagi kita semua untuk setiap hari mengingatkan saudara-saudara kita untuk patuh protokol kesehatan. Bahkan kalau perlu setiap orang harus bisa mempenharuhi dua orang terdekat di sekitarnya, keluarganya, tetangganya, teman dekatnya, orang sekitar perkantoran dan komunitas lainnya. Kalau setiap orang, setiap hari mampu mempengaruhi 2 orang saja, maka kita akan bisa meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan khususnya menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan juga sering cuci tangan menggunakan sabun," tutur Doni.

Doni yang juga menjabat sebagai Kepala BNPB ini menilai, Jawa Barat sejauh ini sudah mampu mengendalikan masyarakat guna mematuhi protokol kesehatan. Hal ini perlu dilakukan guna menekan risiko penularan COVID-19.

"Oleh karenanya gerakan mengenakan masker harus menjadi bagian yang tidak boleh dilepaskan. Saya berharap Jawa Barat bisa mengurangi angka kasus positif dan lebih banyak menyembuhkan saudara-saudara kita yang sekarang dirawat di rumah sakit maupun yang isolasi mandiri di rumah dan kita hindari jangan ada lagi korban jiwa baik para dokter termasuk yang lain," kata Doni.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan sesuai dengan hasil survei dari pusat, tingkat kepatuhan masyarakat di Jabar dalam menggunakan masker pun masih di bawah 50 persen sebelum adanya kebijakan memberikan denda. Namun usai adanya aturan kewajiban menggunakan masker, tingkat kepatuhan diklaim meningkat.

"Dulu survei kita sama kepatuhan hanya 50 persen. Nah ada peningkatan secara kasat mata belum kami survei lagi. Dulu sebelum ada ramai-ramai memberitakan sanksi tingkat kepatuhan rendah, kemarin ke beberapa daerah saya lihat ada peningkatan kepatuhan. Maka instrumen denda itu terakhir tapi sudah diizinkan dilaksanakan. Sudah jauh lebih baik, angka detailnya nanti disampaikan setelah ada survei," katanya.

Dalam kesempatan ini, Doni juga turut mendatangu Stasiun Bandung guna membagikan masker kepada para penumpang kereta api. Dony bersama Ridwan Kamil mendatangi masyarakat yang tengah menunggu kedatangan kereta api.

(dir/ern)