RSUD 45 Kuningan Jadi Klaster Baru, KBM Tatap Muka Tetap Berjalan

Bima Bagaskara - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 14:46 WIB
Poster
Ilustrasi aktivitas pelajar di tengah pandemi Corona. (ilustrator: Edi Wahyono)
Kuningan -

RSUD 45 Kuningan menjadi klaster baru penyebaran Corona atau COVID-19. Pemkab Kuningan memastikan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka tetap akan dilakukan.

Bupati Kuningan Acep Purnama menegaskan pelaksanaan KBM tatap muka bisa berjalan selama pihak sekolah bertanggung jawab menerapkan protokol kesehatan. "KBM tatap muka bisa berjalan selama pihak sekolah bertanggung jawab melaksanakan protokol kesehatan, termasuk pembatasan jumlah siswa yang masuk dan penyediaan sarana prasarana," kata Acep kepada detikcom, Selasa (4/8/2020).

Berkaitan tenaga medis di RSUD 45 Kuningan yang terpapar Corona, menurut Acep, semuanya sudah ditangani dan dalam kondisi sehat. Sedangkan untuk rumah sakitnya, kata dia, tidak akan ditutup karena berbagai pertimbangan.

Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kuningan Agus Mauludin menjelaskan sekolah yang melaksanakan KBM tatap muka harus membuat surat pernyataan. Selain itu, orang tua yang keberatan anaknya mengikuti KBM tatap buka, dapat mengajukan untuk tetap mengikuti pembelajaran secara daring.

"Orang tua yang keberatan anaknya KBM tatap muka boleh mengajukan untuk tetap belajar daring," ucap Agus.

Sekadar diketahui, Bupati Kuningan Acep Purnama sudah memperbolehkan KBM tatap muka dilakukan untuk jenjang SMP dan SD. Namun sejumlah sekolah belum melakukan KBM tatap muka dan masih menunggu aturan dari Dinas Pendidikan.

Sedangkan untuk tingkat SMA, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Kuningan Jaja Subagja menyatakan baru 9 sekolah di 14 kecamatan yang masuk dalam zona hijau yang diperbolehkan melakukan KBM tatap muka. Rencananya KBM tatap muka tingkat SMA baru dimulai pada 10 Agustus 2020 dengan SMA Negeri 1 Jalaksana yang dijadikan pilot project.

(bbn/bbn)