Perpustakaan Ajip Rosidi di Bandung, Warisan Sang Guru Tanpa Ijazah

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 17:33 WIB
Perpustakaan Ajip Rosidi di Bandung
Gedung Perpustakaan Ajip Rosidi di Kota Bandung. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Sastrawan Ajip Rosidi telah kembali ke haribaan Ilahi pada 29 Juli 2020. Walau begitu ada salah satu warisannya berupa perpustakaan di Jalan Garut, Kota Bandung. Perpustakaan ini merupakan salah satu yang dibangun Ajip di sela hidupnya, selain Perpustakaan Jati Niskala miliknya di Pabelan, Magelang.

Warisan itu berupa bangunan perpustakaan yang dinamai Perpustakaan Ajip Rosidi. Di sana tersimpan rapi kurang lebih 40.000 koleksi buku fiksi dan nonfiksi. Di antaranya adalah koleksi buku dan bahan literatur Kebudayaan Sunda, yang mencuatkan nama Ajip sebagai salah seorang budayawan sejati.

Di samping itu, ada juga buku-buku dalam bahasa Jepang, bahasa Belanda, bahasa Jawa, bahasa Bali, bahasa Lampung, bahasa Batak, bahasa Banjar dan lain-lain. Karya-karya sastra terjemahan dalam bahasa Inggris dari berbagai bahasa lain seperti Perancis, Jerman, Spanyol, Italia, Swedia, Cekoslowakia, Turki, Cina, India, Arab, Eslandia dan lain-lain juga cukup banyak.

Perpustakaan itu tak hanya menjadi tempat singgah bagi orang-orang yang haus akan bacaan, namun juga difungsikan sebagai sentral aktivitas Yayasan Pusat Studi Sunda di Jawa Barat.

"Pokoknya 'samakbrek', semua ada, walaupun banyak juga yang tidak ada," kata Ajip saat meresmikan perpustakaan tersebut 15 Agustus 2015 silam.

Ia akui, koleksi dari perpustakaannya itu berasal dari hibah dari keluarga almarhum Prof DR H Ayatrohaedi dan almarhum Prof DR H Edi Ekadjati. Ditambah dari buku hibah H Nani Widjaja (yang kemudian dipersuntingnya), yang berasal dari almarhum suaminya H. Misbach J, Biran. Belum lagi dari para penerbit buku yang juga turut menyumbang sejumlah judul.

Selanjutnya
Halaman
1 2