6 SMPN di Lebak Akan Belajar Tatap Muka, Ini Daftarnya

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 15:27 WIB
Siswa Siswi mengikuti simulasi sekolah percontohan pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 2 Bekasi, Jawa Barat, Senin (3/8/2020). Pelaksanaan ini dilaksanakan mulai hari ini hingga 28 Agustus 2020. Siswa yang yang mengikuti pelajaran tatap muka hari ini 18 anak perkelas.  setiap kelas 7, 8 dan 9 diwakili 1 kelas yang bergantian setiap harinya.
Ilustrasi, SMP 2 Bekasi simulasi belajar tatap muka/Foto: Agung Pambudhy
Lebak -

Sebanyak 6 SMP Negeri di Lebak akan memulai kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka mulai 18 Agustus. Enam sekolah tersebut dinilai berada di zona hijau dan bisa menerapkan belajar seperti biasa.

Kepala Dinas Pendidikan Lebak Wawan Ruswandi mengatakan, pihaknya sudah membahas rencana pembukaan 6 sekolah di 6 kecamatan yang dinilai memiliki risiko kecil penularan virus Corona. Gugus tugas penanganan COVID-19 sendiri sudah memberikan rekomendasi dan izin.

Keenam sekolah yang akan belajar tatap muka antara lain SMPN 5 Leuwidamar, SMPN 3 Bojongmanik, SMPN 3 Cirinten, SMPN 1 Cigemblong, SMPN 6 Gunung Kencana dan SMPN 3 Sobang.

"Mudah-mudahan paling lambat 18 Agustus kita coba ya, gugus tugas sudah membahas dan sudah rekomendasikan karena daerah itu relatif aman, risikonya kecil," kata Wawan saat berbicang dengan detikcom melalui sambungan telepon di Lebak, Banten, Senin (3/8/2020).

Meskipun dicoba untuk belajar tatap muka, kegiatan belajar akan diatur menggunakan sistem pengaturan waktu. Maksimal siswa yang hadir adalah 50 persen dari jumlah siswa.

Dengan cara itu, pihak sekolah bisa membagi kelas belajar. Siswa kelas VII misalkan masuk dihari Senin, maka siswa kelas VIII atau IX masuk keesokan harinya dan begitu seterusnya. Pembagian ini dibuat agar tidak ada potensi penyebaran virus di lingkungan sekolah.

"Waktunya akan digilir, tergantung sekolah dan semoga tidak ada kasus," tambahnya.

Wawan menambahkan, berdasarkan SKB Menteri soal pembukaan sekolah, kegiatan belajar khusus untuk tingkat SD akan dibuka 3 bulan kemudian setelah masa transisi. Sejauh ini, pihaknya masih akan mengujicobakan tatap muka untuk setingkat SMPN di 6 kecamatan di atas.

(bri/ern)