Demo Walkot Bandung, Pekerja Hiburan Malam: Kita Ikuti Protokol Kesehatan

Wisma Putra - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 12:52 WIB
Massa tergabung dalam Pekerja Hiburan Malam Bandung menggeruduk kantor Wali Kota Bandung Oded M Danial, Senin (3/8/2020). Mereka, terdiri pria dan perempuan, menggelar aksi damai menuntut tempat hiburan dibuka.
Demo pekerja hiburan malam di Bandung (Foto: Wisma Putra/detikcom).
Bandungb -

Sejumlah pekerja hiburan malam terdiri dari perempuan dan pria menggelar aksi damai di depan Balai Kota Bandung. Mereka meminta Wali Kota Bandung Oded M Danial untuk segera mengeluarkan izin tempat hiburan malam untuk bisa kembali beroperasi.

Ketua Forum Perkumpulan Pegiat Parawisata Bandung Ruli Pangabean mewakili massa aksi mengaku kedatangannya untuk mempertanyakan kepada Pemkot Bandung kapan tempat hiburan malam diizinkan untuk kembali menggelar kegiatan usahanya.

"Hari ini kami menggelar aksi damai, tidak lain tidak bukan untuk menyuarakan aspirasi. Kita sudah mengikuti protokol kesehatan, bahkan pihak Pemkot sudah melihat ke tempat kami," kata Ruli, Senin (3/8/2020).

Dia menyebutkan serangkaian prosedur telah dijalani para pelaku usaha hiburan malam di Kota Bandung. Mulai dari peninjauan oleh Pemkot Bandung hingga kewajiban untuk menerapkan protokol kesehatan sudah disanggupi.

Namun hingga saat ini Pemkot Bandung belum juga mengeluarkan izin operasi untuk tempat hiburan malam. "Kami siap ikuti protokol kesehatan, tapi kita tunggu kok enggak ada-ada," ujarnya.

Ruli juga menyebut, sejumlah daerah di Jabar salah satunya di Bekasi tempat hiburan malam sudah direlaksasi. Tapi di Bandung belum.

"Yang menjadi pemicu adalah beberapa kota di Jabar sudah ada perwalnya, contoh Cirebon dan Bekasi ada perwalnya boleh buka, itu yang jadi pemicunya," ucapnya.

Ia juga mengatakan, pemicu lain ada tempat hiburan yang sudah buka tapi tidak ada penindakan. "Pemicu lain kok ada tempat-tempat yang buka didiemin. Itu juga jadi Masalah, seolah-olah tebang pilih. Intinya, mereka ingin buka," tuturnya.

Sementara Kadisbudpar Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, aspirasi yang disuarakan oleh masa aksi akan ditampung oleh pihaknya.

"Sekarang kita apresiasi, kita terima, kita akan ada dialog, kita akan bahas. Selain itu, kita juga harus memperhatikan protokol kesehatan warga yang lain," ujarnya.

"Kita memperhatikan juga ekonominya, kita akan cari solusinya," tambahnya.

Kenny menyebut, pemantauan di 80 tempat hiburan malam merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para pengusaha tempat hiburan malam. Tapi, Pemkot Bandung masih melihat situasi dan perkembangan COVID-19 di Kota Bandung.

"Tidak hanya melihat kesiapan di lapangan saja, lebih bagus kita lihat kondisi Kota Bandung seperti apa, kami waktu itu sudah ajukan tapi ada kejadian Secapa AD, sekarang ada kejadian Gedung Sate," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Bandung dan perwakilan masa aksi sedang melakukan monitoring.

(wip/mso)