Polisi Selidiki Kasus Dugaan Penipuan Paket Kurban di Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2020 19:34 WIB
Ratusan warga Cianjur diduga jadi korban investasi bodong paket kurban
Korban investasi paket kurban di Cianjur. (Foto: Ismet Selamet/detikcom)
Cianjur -

Polres Cianjur menyelidiki dugaan penipuan investasi berkedok paket kurban. Korban diperkirakan mencapai ribuan orang dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan para korban mulai berdatangan ke Polres Cianjur untuk melaporkan dugaan penipuan tersebut. Korban tidak hanya di Cianjur, tapi juga dari Sukabumi, Bandung, hingga Bogor.

"Sudah banyak yang laporan, untuk pastinya harus lihat data dulu, sebab pelapor terus bertambah. Terakhir ada yang dari Bandung dan Bogor," ujar Juang via telepon seluler, Sabtu (1/8/2020).

Dengan adanya laporan tersebut, polisi membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan terkait investasi paket kurban yang diduga modus penipuan.

"Korbannya banyak, sehingga kami bentuk timsus untuk menyelidiki kasus ini. Modusnya juga tidak hanya paket kurban, tapi ada paket lebaran, hingga elektronik. Kami akan serius menangani kasus ini," kata dia.

Tidak hanya itu, Juang mengaku pihaknya tengah mencari tahu kebenaran pesan suara yang menyebar di peserta investasi melalui WhatsApp. Terlebih dalam pesan tersebut, terduga pelaku berinisial HA kembali mengumbar janji untuk datang menyelesaikan masalahnya hingga mengancam peserta agar tidak melapor ke polisi.

"Pesan suara itu diduga dari terduga pelaku, tapi kami masih cari tahu kebenarannya," kata Juang.

Di tengah polisi menyelidiki kasus ini, beredar pesan suara diduga Direktur CV Hoki Jaga Abadi, HA. Orang yang ada dalam suara itu meminta para peserta investasi paket kurban dan elektronik untuk bersabar.

Ia juga berdalih terpaksa menghindar dan pergi dari rumah lantaran adanya ancaman bom dan pembunuhan pada keluarganya. "Saya gak akan kabur, ada ancaman bom dan pembunuhan ke saya dan keluarga. Saya terpaksa menghindar sementara. Tolong sekarang bubar, tidak ada gunanya kalian di sana," tuturnya.

Namun, para peserta tidak semuanya percaya dengan pesan suara tersebut. Sebab HA, selalu direktur investasi berkedok paket kurban itu dinilai mengingkari janjinya yang akan memenuhi semua kewajiban pada 31 Juli 2020.

"Kemarin di kesepakatannya tanggal 31 sudah ada semua paketnya. Buktinya saya sampai jam 12 malam kemarin menunggu di rumahnya, tapi tidak ada juga. Sekarang mengulur waktu lagi minta dua atau tiga hari. Bagaimana kami mau percaya? Kami sudah terlanjur malu, hewan kurban tidak datang dan uang tidak ada," ujar salah seorang korban yang enggan disebutkan namanya.

(bbn/bbn)