Daop 2 Bandung Buka Layanan Rapid Test Murah untuk Penumpang Jarak Jauh

Siti Fatimah - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 14:48 WIB
Layanan rapid test di stasiun Bandung
Sejumlah penumpang KA menjalani rapid test (Foto: Istimewa).
Bandung -

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional 2 menyediakan rapid test COVID-19 seharga Rp 85 ribu di Stasiun Bandung. Penyediaan rapid test ini diperuntukkan bagi penumpang kereta api jarak jauh.

Executive Vice President Daop 2 Iwan Eka Putra mengatakan, program rapid test ini pada tahap awal akan berlangsung dalam tiga bulan. Persyaratan utamanya, calon penumpang tersebut sudah mempunyai kode booking atau tiket pemesanan kereta api jarak jauh.

"Layanan ini kami sediakan untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan yang akan menggunakan kereta api di masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Agenda daop 2 sudah menindaklanjuti kontrak kita atau perjanjian kita dalam rangka pelakaanaan rapid test untuk calon pelanggan kereta api," kata Iwan di Stasiun Bandung, Jalan Stasiun Barat, Andir, Kota Bandung, Kamis (30/7/2020).

Dia mengatakan, dalam pelaksanaan rapid test akan dilakukan di bagian luar stasiun dengan tujuan agar tidak berbaur dengan penumpang lain yang berada di dalam stasiun. "Kan dianjurkan bukan di dalam ruangan. Kondisinya seperti apa, makanya kita agak di depan. Kalo di dalam nanti sudah tercampur dengan penumpang kita," ujarnya.

Iwan menyebut, penyelenggaraan rapid test selama masa AKB merupakan hasil sinergitas BUMN antara KAI dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) melalui anak usahanya PT Rajawali Nusindo.

Lebih lanjut, layanan rapid test akan tersedia di Stasiun Bandung sebelah utara dengan jam pelayanan mulai pukul 07.00 WIB-19.00 WIB. Pelanggan yang berhak melakukan rapid test di stasiun ini diharuskan memiliki kode booking tiket KA Jarak Jauh.

Secara umum, hasil rapid test ini berlaku selama 14 hari. Jika penumpang melakukan perjalanan pulang pergi, hasil Rapid Test tersebut dapat digunakan kembali untuk perjalanan ke tempat asal.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Klinik Indonesia Imam mengatakan, pelaksanaan Rapid Test hanya bisa dilakukan oleh fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di Kota Bandung.

"Faskes yang hanya boleh memeriksa, bekerja sama dengan PT KAI. Sejauh ini, di sini (Stasiun Bandung) yang menyediakan Rapid Test murah. Berlaku 14 hari dan kalau penumpang bulak balik dalam waktu kurang dari itu masih bisa dipakai," ujarnya.

(mso/mso)