Kontraktor di Bandung Jadi Pesakitan Gegara Gelapkan Duit Rp 13,5 M

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 13:46 WIB
Ilustrasi Napi di Penjara
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Seorang kontraktor asal Bandung diduga menggelapkan uang hingga Rp 13,5 miliar. Dia pun dilaporkan oleh kerabat dekatnya sendiri.

Perkara itu sudah masuk di meja hijau persidangan Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, awalnya terdakwa atas nama Freddy Regawa meminjam uang kepada korban yang tak lain kerabatnya guna proyek pembangunan sebuah hotel di Bali senilai Rp 53 miliar.

"Dalam pembangunan proyek tersebut, terdakwa meminta bantuan modal kepada saksi (korban) dan menjamin proyek tidak akan rugi serta terdakwa akan memberikan keuntungan," ucap JPU Agus Mujoko berdasarkan surat dakwaan yang diterima detikcom, Kamis (30/7/2020).

Terdakwa menjanjikan akan memberikan keuntungan mulai dari Rp 2,5 miliar hingga Rp 3 miliar kepada korban. Singkat cerita, korban terbujuk rayuan terdakwa apalagi terdakwa merupakan kerabat dekat dari korban. Korban menyerahkan uang sekitar Rp 13,5 miliar secara bertahap kepada terdakwa.

"Setelah proyek hotel selesai dan terdakwa sudah dibayar lunas, terdakwa tidak membayarkan uang milik saksi (korban) sebagaimana yang telah diucapkan dengan alasan pekerjaan proyek tersebut mengalami kerugian. Padahal proyek pekerjaan hotel tidak mengalami kerugian berdasarkan audit tetapi malah mendapatkan keuntungan," tuturnya.

Dalam perkara ini, jaksa mendakwa kontraktor tersebut dengan Pasal 378 dan atau Pasal 372 Jo Pasal 64 KUHPidana. Terdakwa sendiri saat ini sudah ditahan di Rutan Bandung.

Sementara itu kuasa hukum korban Budhi Agung menjelaskan kliennya sudah berupaya melakukan mediasi dengan terdakwa. Namun, upaya mediasi tak membuahkan hasil.

"Kita sudah mencoba koordinasi dengan Freddy, cuma memang yang bersangkutan tidak ada kemampuan (membayar). Klien kami lalu melaporkan ke Polda Jabar tahun 2018," kata Budhi.

(dir/mso)