Heboh Berita Berbahasa Sunda Soal COVID-19 'Tayang' di Televisi Korea

Wisma Putra - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 21:25 WIB
Video viral berita bahasa sunda tayang di tivi korea
Foto: Instagram @deonsetiadinata
Bandung -

Tayangan video berbahasa Sunda dengan logat Korea mengenai pemberitaan COVID-19 di Kota Bandung bikin heboh dunia maya. Ulasan berita itu seolah-olah tayang di televisi Korea Selatan, KBS News.

"Selamat untuk Warga Kota Bandung beritanya sampai Korsel," tulis judul video itu yang diunggah akun instagram @deonsetiadinata.

Tentu saja itu hanya parodi. Stasiun televisi KBS News dipelesetkan menjadi KPBS News, singkatan yang dikenal warga Bandung sebagai sebuah produk susu murni di Pangalengan.

Presenter dan warga yang diwawancara dalam video itu mengenakan pakaian tradisional perempuan Korea. Mereka berbicara berbahasa Sunda yang beberapa kata diakhiri kata khas Korea, dan tentu saja dengan logat Korea. Sejumlah narasumber lainnya yang diwawancara dalam video itu pun sama menggunakan bahasa Sunda 'Korea'.

Video berdurasi 1.32 detik yang dibuat oleh pemuda asal Kota Bandung bernama Deon Setiadinata dan diunggah ke akun Instagram miliknya @deonsetiadinata pada, Senin (27/7) lalu itu menjadi viral dan banyak dibagikan oleh warganet. Deon juga lah yang memerankan pembawa berita di video itu.

Ia membawakan berita mengenai Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kota Bandung. Dalam video itu juga, berisi ajakan kepada warga Kota Bandung agar tetap menjaga protokol kesehatan COVID-19 yang sangat ketat, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

[Gambas:Instagram]



Video itu menyita perhatian banyak warganet, dan menuai banyak pujian.

"Kreatip parahhhhhhhh," kata pemilik akun @ivtitahzvt_.

Ada warganet yang menyoroti reporter dalam video itu yang tidak menggunakan masker.

"Reporter ya gak pake masker," kata pemilik akun @suryana6________

Saat dikonfirmasi, kepada Deon Setiadinata, ia mengaku, video tersebut dibuat untuk sosialisasi bahaya virus COVID-19 kepada Kota Bandung dengan penyajian yang berbeda.

"Tujuannya untuk mengimbau kepada masyarakat, video itu saya buat berdasarkan data, angka COVID-19 di Kota Bandung yang turun dan mengapresiasi masyarakat yang sudah mematuhi imbauan Pemerintah karena angkanya udah turun," kata Deon via sambungan telepon, Rabu (29/7/2020).

Ia mengungkapkan, bila imbuan disampaikan secara formal kurang penerimaannya, maka dengan cara unik itu ia berikan imbauan kepada masyarakat.

"Kalau imbauan secara formal kurang nyampe, selain itu, bahasanya saya gunakan Bahasa Sunda dengan penyampaian seperti Bahasa Korea Selatan dan itu yang menjadikan video ini unik," ungkapnya.

Menurutnya, untuk membuat video itu tidak dibutuhkan waktu yang lama dan crew yang banyak. Pengambilan video dan model utama yang ada di video tersebut merupakan Deon sendiri, sedangkan tiga orang warga yang diwawancarai merupakan temannya. Selain itu, video tersebut digarap kurang dari sehari.

Deon menambahkan video yang ia buat bukanlah yang pertamakali. Karena menurutnya, ia pernah membuat video serupa dengan penyampaian menggunakan Bahasa Korea Utara.

"Sebelumnya pernah buat video seperti itu, bahkan di repost sama Ridwan Kami dan Mang Oded. Temannya sama soal COVID-19, kedepannya saya mau buat lagi video serupa, tapi gaya bahasanya seperti orang Thailand dan Spanyol," tambahnya.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Bandung Sony Teguh mengatakan video viral itu dibuat atas inisiasi Humas Pemkot Bandung dan Sahabat Humas Kota Bandung. Bukan hanya video milik Deon, video dengan tema serupa juga pernah viral.

"Banyak sekali yang pernah dibuat dan berkolaborasi dengan Sahabat Humas, penyampaiannya kreatif dan edukatif, ada yang sama DJ, ada juga yang sama raper dan lainnya," ujarnya.

Sony, berujar pihaknya akan terus membuat inovasi baru. Video-video itu dibuat sebagai alat sosialisasi yang tidak membosankan bagi masyarakat Kota Bandung.

"Pasti akan kita buat lagi, kita kan berpikir keras agar masyarakat tidak bosan. Informatif, disukai banyak orang dan edukatif," pungkasnya.

(wip/ern)