Asal Usul Mobil Setengah Miliar untuk Suap Eks Kalapas Sukamiskin

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 16:48 WIB
siang suap eks kalapas sukamiskin
Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung -

Asal muasal mobil seharga setengah miliar yang diberikan pengusaha Rahadian Azhar kepada eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen terbongkar. Mobil tersebut dibeli secara kredit dengan menggunakan nama anak buah Rahadian.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus suap eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husen yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (29/7/2020). Dalam sidang itu, jaksa menghadirkan Muahir anak buah Rahadian di PT Fajar Basthi Sejahtera.

Dalam persidangan, Muahir yang menjabat sebagai manajer operasional perusahaan tersebut diperintah oleh terdakwa yakni Rahadian untuk membeli mobil. Muahir mengaku awalnya mobil itu disebut Rahadian untuk operasional perusahaan.

"Saya diperintahkan. 'hir kamu bisa beli mobil untuk operasional'. Saya bilang akan usahakan. Atas nama saya," ucap Muahir.

Jaksa KPK M Takdir Suhan lantas membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Muahir oleh KPK. Dalam BAP tersebut, disebutkan bahwa pada tahun 2018, Rahadian menelepon Muahir untuk menyiapkan KTP guna membeli mobil Pajero Sport.

"Penyampaian pak Rahadian tolong siapin dokumen untuk pengajuan kredit mobil," tutur Muahir.

Guna lolos persyaratan leasing, slip gaji Muahir pun ditambahkan. Hal itu terungkap berdasarkan BAP Muahir yang dibacakan jaksa di persidangan.

"Ya tahu-tahu ada dan nyerahin dokumen pertama saja," kata Muahir.

Singkat cerita, mobil itupun berhasil dimiliki Rahadian untuk diserahkan ke Wahid Husen. Muahir mengatakan pembayaran Mobil senilai Rp 517 juta itu dilakukan secara kredit dengan biaya perbulan sekitar Rp 13 juta lebih dengan tenor 36 bulan.

Sebelumnya, Seorang pengusaha Rahadian Azhar didakwa menyuap eks Kalapas Sukamiskin dengan memberi mobil senilai setengah miliar. Suap tersebut dilakukan agar perusahaan terdakwa jadi mitra di Lapas Sukamiskin.

Hal itu tertuang dalam dakwaan yang dibacakan jaksa KPK saat sidang perdana di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (15/7/2020).

"Terdakwa telah memberi atau menjanjikan sesuatu yaitu memberikan satu unit mobil Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4x2 tahun 2018 warna hitam seharga Rp 517 miliar kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yaitu kepada Wahid Husen selaku Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung," ucap jaksa KPK M Takdir Suhan saat membacakan dakwaan.

Kasus penyuapan itu terjadi pada tahun 2018 saat Wahid Husen menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin Bandung. Menurut jaksa, tujuan pemberian mobil tersebut dilakukan agar perusahaan Rahadian yakni PT Fajar Basthi Sejahtera agar menjadi mitra dalam pemenuhan kebutuhan di dalam Lapas Sukamiskin.

"Dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya, yaitu pemberian mobil tersebut dimaksudkan agar Wahid Husen menunjuk terdakwa menjadi mitra kerjasama di Lapas Sukamiskin," kata Takdir.

(dir/ern)